Keadaan Darurat, Lebih dari 1.600 Ditahan di Ethiopia

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 13:55 WIB
Keadaan Darurat, Lebih...
Keadaan Darurat, Lebih dari 1.600 Ditahan di Ethiopia
A A A
ADDIS ABABA - Pihak berwenang di Ethiopia telah menahan lebih dari 1.600 orang di bahwa situasi keadaan darurat. Keadaan darurat di berlakukan di Ethiopia sejak tanggal 9 Oktober lalu yang dipicu oleh aksi protes anti pemerintah besar-besaran.

Dikutip dari Time, Jumat (21/10/2016), keadaan darurat memberikan otoritas di Ethiopia untuk menahan orang tanpa surat perintah penangkapan sampai tindakan tersebut berakhir enam bulan kedepan.

Menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah, FBC, telah dilakukan penahanan terhadap 1.683 di Oromia dan Amhara yang mempunyai perbedaan politik. Sedangkan 1.000 orang lagi ditangkap pada Senin lalu di dekat ibukota Addis Ababa.

FBC juga melaporkan bahwa para tahanan ditetapkan menjadi tersangka dalam aksi kekerasan baru-baru ini dan pihak berwenang telah menyita sejumlah besar senjata.

Sejumlah kerusuhan politik mematikan melanda Ethipioa mulai November tahun lalu ketika orang-orang di Oromia berdemonstrasi menentang rencana pemerintah memperluas Addis Ababa ke wilayah mereka. Rencana itu telah dibatalkan namun aksi protes anti pemerintah terus berlanjut.

Pada 3 Oktober, 55 orang tewas terinjak-injak setelah aksi protes terjadi bersamaan dengan festival keagamaan Oromo. Pemerintah menyalahkan pengunjuk rasa atas tragedi tersebut. Namun aktivis mengatakan bahwa letusan tembakan aparat keamanan menyebabkan kepanikan. Seminggu kemudian pemerintah Ethiopia memberlakukan keadaan darurat.

Baca juga:
Festival Keagamaan di Ethiopia Berujung Petaka, 50 Tewas


Menurut Human Rights Watch, setidaknya 500 orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan selama 11 bulan terakhir. Lembaga pengawas HAM yang berbasis di New York itu telah menuduh Ethiopia telah bertindak represif untuk menekan perbedaan pendapat politik di masa lalu.
(ian)
Berita Terkait
Setelah Warga, Ethiopia...
Setelah Warga, Ethiopia Desak Veteran Gabung dalam Perang Lawan Pemberontak Tigray
Ibu-ibu di Ethiopia...
Ibu-ibu di Ethiopia Histeris Anaknya Direkrut Paksa Buat Berperang
Seminggu Bertempur,...
Seminggu Bertempur, PM Ethiopia Nyatakan Kemenangan di Tigray
Ethiopia Tegaskan akan...
Ethiopia Tegaskan akan Habis-habisan untuk Kepung Ibu Kota Tigray
Kalah Perang, Pasukan...
Kalah Perang, Pasukan Tigray Bantai 120 Warga Sipil Ethiopia
Pasukan Pemberontak...
Pasukan Pemberontak Tigray Dekati Ibu Kota, Ethiopia Umumkan Darurat Nasional
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
7 menit yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
2 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
3 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
4 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved