Inggris Serukan Eropa Bersatu Hadapi Agresifitas Rusia di Suriah
Jum'at, 21 Oktober 2016 - 10:28 WIB
Inggris Serukan Eropa Bersatu Hadapi Agresifitas Rusia di Suriah
A
A
A
BRUSSELS - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyerukan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia untuk serangan udara yang menghancurkan di Suriah. May memperingatkan pendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad, harus dihukum karena menyebabkan korban sipil dalam upaya mempertahankannya.
"Kita harus menunjukkan sikap Eropa yang bersatu dan kuat dalam menghadapi agresi Rusia," kata May dalam KTT Uni Eropa di Brussels yang dihadiri 28 pemimpin untuk membahas cara mengatasi konflik di Aleppo.
"Inggris telah menempatkan tindakan Rusia di Suriah dalam agenda di KTT ini. Kami harus terus bekerjasama dan itu penting bahwa kita bekerjasama untuk terus menekan Rusia untuk menghentikan kekejaman yang mengerikan, kekejaman yang memuakkan di Suriah," kata May seperti dikutip dari Express, Jumat (21/10/2016).
Pernyataan May ini muncul setelah Kanselir Jerman ngela Merkel dan Presiden Prancis Fracois Hollande bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas proses perdamaian di Ukraina. Setelah pertemuan itu, Putin menyatakan setuju untuk memperpanjang jeda kemanusiaan namun mengatakan Rusia akan terus berjuang memerangi teroris di Suriah.
"Saya diberitahu mitra Eropa kami pandangan mereka tentang perkembangan di Suriah dan apa yang perlu dilakukan segera untuk memerangi terorisme, untuk membasmi terorisme di tanah Suriah, untuk memastikan sarang ini tidak menyala lagi di masa depan dan, tentu saja, apa yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa upaya kami mengarah pada penyelesaian akhir," kata Putin
"Kami juga mengharapkan mitra kami, terutama mitra Amerika kami, untuk melakukan segala sesuatu yang mereka telah janjikan sejauh ini untuk melepaskan diri para teroris Jabhat al-Nusra dan kelompok teroris serupa dari oposisi," imbuhnya.
"Kita harus menunjukkan sikap Eropa yang bersatu dan kuat dalam menghadapi agresi Rusia," kata May dalam KTT Uni Eropa di Brussels yang dihadiri 28 pemimpin untuk membahas cara mengatasi konflik di Aleppo.
"Inggris telah menempatkan tindakan Rusia di Suriah dalam agenda di KTT ini. Kami harus terus bekerjasama dan itu penting bahwa kita bekerjasama untuk terus menekan Rusia untuk menghentikan kekejaman yang mengerikan, kekejaman yang memuakkan di Suriah," kata May seperti dikutip dari Express, Jumat (21/10/2016).
Pernyataan May ini muncul setelah Kanselir Jerman ngela Merkel dan Presiden Prancis Fracois Hollande bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas proses perdamaian di Ukraina. Setelah pertemuan itu, Putin menyatakan setuju untuk memperpanjang jeda kemanusiaan namun mengatakan Rusia akan terus berjuang memerangi teroris di Suriah.
"Saya diberitahu mitra Eropa kami pandangan mereka tentang perkembangan di Suriah dan apa yang perlu dilakukan segera untuk memerangi terorisme, untuk membasmi terorisme di tanah Suriah, untuk memastikan sarang ini tidak menyala lagi di masa depan dan, tentu saja, apa yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa upaya kami mengarah pada penyelesaian akhir," kata Putin
"Kami juga mengharapkan mitra kami, terutama mitra Amerika kami, untuk melakukan segala sesuatu yang mereka telah janjikan sejauh ini untuk melepaskan diri para teroris Jabhat al-Nusra dan kelompok teroris serupa dari oposisi," imbuhnya.
(ian)