Perintah Raja Salman Eksekusi Pangeran Saudi Bukti Adilnya Hukum Islam

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 00:26 WIB
Perintah Raja Salman...
Perintah Raja Salman Eksekusi Pangeran Saudi Bukti Adilnya Hukum Islam
A A A
RIYADH - Publik Arab Saudi melalui media sosial menilai eksekusi langka terhadap seorang pangeran Saudi karena dinyatakan bersalah menembak mati seorang pemuda, merupakan bukti adilnya hukum Islam. Ekskusi terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir pada hari Selasa lalu dijalankan atas perintah Raja Salman bin Abdulaziz.

Pada tahun 2004, Pangeran Turki bin Saud al-Kabir menembak mati seorang pemuda Saudi dalam sebuah perkelahian. Keluarga korban menolak “uang darah” dan akhirnya pangeran Saudi itu dieksekusi di alun-alun Riyadh sebagai penegakan hukum.

Penegakan hukum terhadap anggota keluarga Kerajaan Saudi sejatinya bukan sekali ini terjadi. Pada tahun 1975, seorang pangeran Saudi yang membunuh pamannya, Raja Faisal, telah dieksekusi pancung. Dua tahun kemudian, seorang putri Saudi dieksekusi tembak atas tuduhan berzina.

Baca: Seorang Pangeran Saudi Dieksekusi karena Bunuh Orang

Berita dari eksekusi terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir disambut publik di negara itu melalui media sosial. Khalid al-Saud, seorang akademisi dan anggota keluarga kerajaan, menulis komentar di akun Twitter dengan bunyi: ”Ini adalah hukum Allah SWT, dan ini adalah pendekatan bangsa kami yang diberkati.”

“Ini hanya penguasa dari aturan negara Islam dengan legitimasi Islam,” tulis jurnalis Saudi, Nasser bin Fareon, melalui Twitter.

Pengguna media sosial juga berbagi video klip pidato Raja Salman yang mengatakan bahwa publik tidak perlu takut untuk menggugat anggota keluarga kerajaan jika mereka mengalami ketidakadilan.

Mohammed al-Masloukhi, imam masjid Safa di Riyadh, membenarkan bahwa eksekusi terhadap Pengeran Turki bin Saud al-Kabir dijalankan setelah keluarga korban menolak untuk menerima ratusan juta riyal ”uang darah”.

”Tuhan tidak membedakan antara pedagang dan orang miskin, atau antara seorang pangeran dan seorang warga negara (biasa),” katanya melalui Twitter, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/10/2016).
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
3 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
8 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Cara Hentikan Israel...
Ini Cara Hentikan Israel Invasi Gaza Menurut Pangeran Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved