Rusia Sebut Jeda Kemanusiaan di Aleppo Bisa Diperpanjang
Selasa, 18 Oktober 2016 - 13:26 WIB
Rusia Sebut Jeda Kemanusiaan di Aleppo Bisa Diperpanjang
A
A
A
NEW YORK - Rusia menyatakan jeda kemanusiaan selama delapan jam di Aleppo yang akan diterapkan pada Kamis mendatang dapat diperpanjang, namun hanya jika berbagai pihak setuju. Hal itu dikatakan oleh utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.
Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Churkin membuka kemungkinan jeda kemanusiaan akan diperpanjang. Namun Rusia akan mencari timbal balik dalam bentuk beberapa kesepakatan bersama.
"Kami mengumumkan 8 jam (jeda kemanusiaan)secara sepihak. Saya berpikir bahwa jeda lebih lama, misalnya 48 jam atau 72 jam (jeda kemanusiaan), akan membutuhkan beberapa kesepakatan bersama," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (18/10/2016).
Sebelumnya, angkatan bersenjata Rusia dan Suriah pada hari Senin mengumumkan mereka akan secara sepihak menghentikan semua operasi militer pada Kamis, 20 Oktober mendatang. Penghentian serangan ini agar memungkinkan warga sipil dan pemberontak meninggalkan kota. Begitu pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Meski begitu Moskow mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata, langkah yang dituntut oleh pemerintah Barat. Moskow mengatakan gencatan senjata hanya akan memberikan pemberontak Islamis kesempatan berkumpul kembali.
Baca juga:
Kamis, Rusia Berhenti Bombardir Aleppo Selama 8 Jam
Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Churkin membuka kemungkinan jeda kemanusiaan akan diperpanjang. Namun Rusia akan mencari timbal balik dalam bentuk beberapa kesepakatan bersama.
"Kami mengumumkan 8 jam (jeda kemanusiaan)secara sepihak. Saya berpikir bahwa jeda lebih lama, misalnya 48 jam atau 72 jam (jeda kemanusiaan), akan membutuhkan beberapa kesepakatan bersama," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (18/10/2016).
Sebelumnya, angkatan bersenjata Rusia dan Suriah pada hari Senin mengumumkan mereka akan secara sepihak menghentikan semua operasi militer pada Kamis, 20 Oktober mendatang. Penghentian serangan ini agar memungkinkan warga sipil dan pemberontak meninggalkan kota. Begitu pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Meski begitu Moskow mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata, langkah yang dituntut oleh pemerintah Barat. Moskow mengatakan gencatan senjata hanya akan memberikan pemberontak Islamis kesempatan berkumpul kembali.
Baca juga:
Kamis, Rusia Berhenti Bombardir Aleppo Selama 8 Jam
(ian)