Putin: Tenang Saja, Kami Tak Akan Campuri Pemilu AS
Senin, 17 Oktober 2016 - 13:02 WIB
Putin: Tenang Saja, Kami Tak Akan Campuri Pemilu AS
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin meminta kepada semua calon Presiden Amerika Serikat (AS) untuk tenang, dan tidak lagi menggunakan Rusia sebagai bahan kampanye mereka. Dirinya menyatakan, Rusia tidak akan ikut campur dalam pemilu tersebut.
"Saya ingin semua orang untuk tenang. Kami tidak berencana untuk mempengaruhi jalannya pemilu di AS," kata Putin saat melakukan jumpa wartawan di Moskow, seperti dilansir Sputnik pada Senin (17/10).
Ketika diminta pendapat mengenai dua capres AS, Putin mengatakan bahwa Hillary Clinton telah memilih untuk mengambil sikap agresif yang disertai retorika Rusia adalah musuh. Sedangkan Donald Trump menyerukan kerja sama dalam kontra-terorisme.
"Kami tidak tahu bagaimana (hubungan dengan AS) akan berjalan setelah pemilu. Kami tidak tahu apakah Donald Trump akan melaksanakan niatnya, seberapa jauh ia akan pergi bekerja sama dengan kami. Atau jika Hillary Clinton akan merealisasikan ancaman dan retorika keras terhadap Rusia," sambungnya.
"Mungkin, dia (Hillary) akan melunakkan sikapnya. Tapi, tentu kami menyambut siapa saja yang bersedia untuk bekerja dengan kami," tukas Putin.
Sebelumnya, Putin sempat menyatakan harapan bahwa hubungan Moskow-Washington akan kembali membaik paska pemilu yang berlangsung di AS. Pemilu di AS dijadwalkan akan berlangsung pada 8 November mendatang.
"Saya ingin semua orang untuk tenang. Kami tidak berencana untuk mempengaruhi jalannya pemilu di AS," kata Putin saat melakukan jumpa wartawan di Moskow, seperti dilansir Sputnik pada Senin (17/10).
Ketika diminta pendapat mengenai dua capres AS, Putin mengatakan bahwa Hillary Clinton telah memilih untuk mengambil sikap agresif yang disertai retorika Rusia adalah musuh. Sedangkan Donald Trump menyerukan kerja sama dalam kontra-terorisme.
"Kami tidak tahu bagaimana (hubungan dengan AS) akan berjalan setelah pemilu. Kami tidak tahu apakah Donald Trump akan melaksanakan niatnya, seberapa jauh ia akan pergi bekerja sama dengan kami. Atau jika Hillary Clinton akan merealisasikan ancaman dan retorika keras terhadap Rusia," sambungnya.
"Mungkin, dia (Hillary) akan melunakkan sikapnya. Tapi, tentu kami menyambut siapa saja yang bersedia untuk bekerja dengan kami," tukas Putin.
Sebelumnya, Putin sempat menyatakan harapan bahwa hubungan Moskow-Washington akan kembali membaik paska pemilu yang berlangsung di AS. Pemilu di AS dijadwalkan akan berlangsung pada 8 November mendatang.
(esn)