Peserta Perundingan Sepakat Suriah Tentukan Masa Depannya Sendiri

Senin, 17 Oktober 2016 - 05:26 WIB
Peserta Perundingan...
Peserta Perundingan Sepakat Suriah Tentukan Masa Depannya Sendiri
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan semua peserta dalam pembicaraan Suriah di Lausanne telah menyetujui Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri melalui dialog inklusif dan bahwa negara harus tetap utuh dan sekuler. Pernyataan itu muncul setelah pertemuan berakhir tanpa terobosan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan agar perjanjian gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Rusia berhasil dan memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, oposisi moderat Suriah harus terpisah dari Jabhat Fatah al Sham, sebelumnya dikenal sebagai Nusra depan, dan "kelompok teroris" lainnya.

"Pada saat yang sama, harus dipahami bahwa operasi melawan teroris dari negara Islam dan Front Nusra akan dilanjutkan," kata kementerian itu seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Pembicaraan mengenai Suriah yang diselenggarakan oleh Sekretaris Negara AS John Kerry di Laussane, Swiis, gagal menyepakati strategi bersama dengan Rusia untuk mengakhiri konflik di Suriah. Perang saudara yang terjadi di Suriah sendiri kini telah memasuk tahun keenam.

Baca juga:
Pembicaraan Soal Suriah di Swiss Berakhir Hampa


Pertemuan di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.

Negara-negara Barat menuduh Rusia dan Suriah melakukan kekejaman dengan membom rumah sakit, membunuh warga sipil dan mencegah evakuasi medis di kota terbesar Suriah Aleppo, serta menargetkan konvoi bantuan dengan hilangnya sekitar 20 jiwa. Namun, tudingan ini dibantah oleh Suriah dan Rusia dengan mengatakan mereka hanya menargetkan militan.
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
1 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
2 jam yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
3 jam yang lalu
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
5 jam yang lalu
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved