Jenderal AS: Rusia Sedang Bermain-main dengan Kepala Kita
Jum'at, 14 Oktober 2016 - 23:34 WIB
Jenderal AS: Rusia Sedang Bermain-main dengan Kepala Kita
A
A
A
WASHINGTON - Mantan Direktur CIA dan NSA, Jenderal Michael Hayden, meyakini jika Rusia tengah mencoba untuk campur tangan dalam pemilihan presiden. Meskipun Rusia membantah tudingan tersebut, Hayden menyatakan Rusia sedang mencoba untuk mengikis keyakinan AS yang lebih besar dalam proses politik.
"Hillary dalam kampanyenya menyatakan Rusia melakukan hal itu untuk memilih pemenang. Saya tidak berpikir itu benar. Ini hanya untuk bermain-main dengan kepala kita. Ini yang harus kita lakukan apa yang mereka pikir kita lakukan untuk mereka dan proses politiknya. Ini adalah cara mendorong kembali terhadap apa yang dilihat menjadi tekanan kepada Amerika," kata Hayden seperti dikutip dari CBS, Jumat (14/10/2016).
Hayden percaya geng-geng kriminal Rusia, disutradarai oleh negaranya, berada di balik peretasan email ketua kampanye Hillary, John Podesta. Hayden pun mendukung langkah yang akan diambil oleh Hillary jika terpilih sebagai presiden. Namun, serangan cyber harus diperiksa dalam konteks yang lebih luas.
"Jangan menempatkan ini dalam kotak 'masalah maya'. Menempatkan ini dalam kotak 'masalah Rusia'. Masukkan ini dalam kotak dengan semua indikator lain - perilaku Rusia sebenarnya yang kita harus menanggapi - dalam pandangan saya, merespon lebih kokoh dari yang kita pernah menanggapi," kata Hayden
Hayden mengatakan respon pemerintahan Obama untuk intervensi Rusia di Suriah telah terlalu ringan. Ia pun setuju dengan kritik bahwa AS telah menciptakan kevakuman di negara yang dilanda perang. Hayden menyarankan cara-cara yang berbeda agar tindakan AS bisa "lebih kuat" untuk membuat pergeseran tektonik di titik tekanan Rusia.
"Bisakah kita menjadi lebih kuat di Ukraina, berkaitan dengan apa yang mungkin bisa atau tidak bisa kita berikan kepada mereka? Bisakah kita menjadi lebih kuat di Suriah, dengan berapa banyak ruang yang kita berikan kepada Rusia untuk beroperasi? Keluar dari kotak sempit, mengapa kita tidak membuat Eropa mematikan saluran gas Rusia? Kenapa kita tidak mengatakan 'Kami mendapatkannya, kita akan memanfaatkan hal itu, dan kita akan mengirimkannya'," kata Hayden.
"Hillary dalam kampanyenya menyatakan Rusia melakukan hal itu untuk memilih pemenang. Saya tidak berpikir itu benar. Ini hanya untuk bermain-main dengan kepala kita. Ini yang harus kita lakukan apa yang mereka pikir kita lakukan untuk mereka dan proses politiknya. Ini adalah cara mendorong kembali terhadap apa yang dilihat menjadi tekanan kepada Amerika," kata Hayden seperti dikutip dari CBS, Jumat (14/10/2016).
Hayden percaya geng-geng kriminal Rusia, disutradarai oleh negaranya, berada di balik peretasan email ketua kampanye Hillary, John Podesta. Hayden pun mendukung langkah yang akan diambil oleh Hillary jika terpilih sebagai presiden. Namun, serangan cyber harus diperiksa dalam konteks yang lebih luas.
"Jangan menempatkan ini dalam kotak 'masalah maya'. Menempatkan ini dalam kotak 'masalah Rusia'. Masukkan ini dalam kotak dengan semua indikator lain - perilaku Rusia sebenarnya yang kita harus menanggapi - dalam pandangan saya, merespon lebih kokoh dari yang kita pernah menanggapi," kata Hayden
Hayden mengatakan respon pemerintahan Obama untuk intervensi Rusia di Suriah telah terlalu ringan. Ia pun setuju dengan kritik bahwa AS telah menciptakan kevakuman di negara yang dilanda perang. Hayden menyarankan cara-cara yang berbeda agar tindakan AS bisa "lebih kuat" untuk membuat pergeseran tektonik di titik tekanan Rusia.
"Bisakah kita menjadi lebih kuat di Ukraina, berkaitan dengan apa yang mungkin bisa atau tidak bisa kita berikan kepada mereka? Bisakah kita menjadi lebih kuat di Suriah, dengan berapa banyak ruang yang kita berikan kepada Rusia untuk beroperasi? Keluar dari kotak sempit, mengapa kita tidak membuat Eropa mematikan saluran gas Rusia? Kenapa kita tidak mengatakan 'Kami mendapatkannya, kita akan memanfaatkan hal itu, dan kita akan mengirimkannya'," kata Hayden.
(ian)