Putin kepada Barat: Kompromi atau Tanggung Konsekuensinya

Kamis, 13 Oktober 2016 - 06:20 WIB
Putin kepada Barat:...
Putin kepada Barat: Kompromi atau Tanggung Konsekuensinya
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengirim pesan kuat kepada Barat, khususnya kepada Amerika Serikat (AS). Putin mengatakan, Rusia siap berdialog dengan AS, namun berdialog dalam artian kompromi. Putin menegaskan, AS harus berkompromi.

"Ada kebutuhan untuk berperilaku seperti mitra dan mengambil kepentingan masing-masing dalam tanggung jawabnya. Kami siap untuk itu," kata Putin dalam sebuah forum ekonomi seperti dikutip dari laman Daily Express, Kamis (12/10/2016).

Mengaku khawatir dengan memburuknya hubungan dengan AS, Putin mengatakan Washington telah membiayai oposisi radikal Ukraina dan membantu kudeta di sana. Moskow kemudian dipaksa untuk melindungi etnis Rusia yang tinggal di Ukraina.

Putin juga menyerang Prancis dengan menuduh mereka sengaja memancing Rusia untuk memveti resolusi PBB tentang Suriah dan mempertanyakan apakah Paris tengah menjajakan penawaran dari AS. Prancis telah mengusulkan resolusi di Dewan Keamanan PBB tanpa konsultasi dengan Moskow dan mengetahui bahwa Rusia akan menggunakan hak vetonya karena resolusi tersebut menyalahkan Damaskus atas semua kekerasan yang terjadi. Rusia pun dituding tidak tertarik untuk menghentikan kekerasan di Suriah.

"Seharusnya bukan mitra kami yang tersinggung oleh veto kami, tetapi kami yang seharusnya tersinggung. Kami harapkan kerjasama, kerja konstruktif dengan Prancis dan dengan anggota tetap Dewan Keamanan lainnya. Tapi apa yang terjadi?" tanya Putin.

"Saya tidak tahu apakah itu sesuai dengan kepentingan negara-negara Eropa atau tidak. Tapi apakah hanya untuk kepentingan ini pelayanan kebijakan luar negeri, atau mungkin bahkan kepentingan politik dalam negeri, dari sekutu mereka dalam hal ini AS? Saya tidak tahu. Apakah itu benar-benar peran negara yang serius bercita-cita untuk melakukan kebijakan independen dan disebuh negara besar. Saya tidak tahu," kata Putin.

Hubungan antara Barat dan Moskow telah memburuk sejak pendudukan Rusia di Ukraina bersama dengan ketegangan yang meningkat selama perang melawan ISIS di Suriah.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
28 menit yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
1 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
4 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved