Ahli Pastikan Serangan Udara Hancurkan Konvoi Bantuan PBB
Rabu, 05 Oktober 2016 - 16:57 WIB
Ahli Pastikan Serangan Udara Hancurkan Konvoi Bantuan PBB
A
A
A
JENEWA - Analisis citra satelit dari serangan mematikan yang menghantam konvoi bantuan di Suriah bulan lalu menunjukkan bahwa itu adalah serangan udara. Hal itu diungkapkan oleh seorang ahli PBB.
"Sesuai analisis kami, kami yakin itu adalah serangan udara dan saya pikir beberapa sumber lain akan mengatakan hal itu juga," kata Lars Bromley, penasehat peneliti di UNOSAT, dalam konferensi pers di Jenewa seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/10/2016).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengumumkan bahwa ia akan membentuk sebuah badan penyelidik internal untuk menyelidiki serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan di Aleppo. Ia pun mendesak semua pihak untuk bekerjasama secara penuh.
Baca juga:
PBB Akan Investigasi Serangan Terhadap Konvoi Kemanusiaan
Konvoi bantuan kemanusiaan PBB diserang pada 19 September lalu saat akan memasuki Aleppo, dimana 275 ribu warga sipil yang hidup di bahwa bayang-bayang pemboman dan serangan udara sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Serangan yang terjadi di Urum al-Kubra, sebelah barat dari Aleppo, menewaskan 20 orang termasuk kepala Bulan Sabit Merah Suriah serta staf bantuan dan supir yang tergabung dalam konvoi 31 truk.
"Sesuai analisis kami, kami yakin itu adalah serangan udara dan saya pikir beberapa sumber lain akan mengatakan hal itu juga," kata Lars Bromley, penasehat peneliti di UNOSAT, dalam konferensi pers di Jenewa seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/10/2016).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengumumkan bahwa ia akan membentuk sebuah badan penyelidik internal untuk menyelidiki serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan di Aleppo. Ia pun mendesak semua pihak untuk bekerjasama secara penuh.
Baca juga:
PBB Akan Investigasi Serangan Terhadap Konvoi Kemanusiaan
Konvoi bantuan kemanusiaan PBB diserang pada 19 September lalu saat akan memasuki Aleppo, dimana 275 ribu warga sipil yang hidup di bahwa bayang-bayang pemboman dan serangan udara sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Serangan yang terjadi di Urum al-Kubra, sebelah barat dari Aleppo, menewaskan 20 orang termasuk kepala Bulan Sabit Merah Suriah serta staf bantuan dan supir yang tergabung dalam konvoi 31 truk.
(ian)