Saudi Beralih ke Kalender Masehi setelah 84 Tahun

Senin, 03 Oktober 2016 - 22:20 WIB
Saudi Beralih ke Kalender...
Saudi Beralih ke Kalender Masehi setelah 84 Tahun
A A A
RIYADH - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi resmi menggunakan kalander Masehi mulai 1 Oktober 2016. Selama 84 tahun atau sejak negara itu berdiri tahun 1932 sistem kalender yang digunakan adalah kalender Hijriah.

Dampak beralihnya penggunaan sistem kalender ini, pegawai akan kehilangan gaji 11 hari. Sebab, sistem kalender Hijriah jumlah harinya lebih sedikit 11 hari dari jumlah hari pada sistem kalender Masehi.

Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, di mana setiap bulannya terdiri dari dari 29 atau 30 hari tergantung pada penampakan bulan. Dalam setahun jumlah hari pada kalender Hijriah sebanyak 354 hari atau 11 hari lebih sedikit dari kalender Masehi.

Menurut laporan Gulf News, Senin (3/10/2016), perubahan ini merupakan bagian dari sejumlah keputusan yang berhubungan dengan keuangan yang diumumkan oleh Pemerintah Saudi pada hari ini. Pengumuman ini menyusul sidang kabinet mingguan yang dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz.

Pada rapat kabinet telah diputuskan bahwa Pemerintah Saudi menghemat keuangan di sektor publik dengan memangkas gaji para menteri dan pegawai. Pengeluaran publik yang mewah juga dipangkas.

Gaji para menteri diputuskan dipotong sebesar 20 persen, sementara anggota Dewan Syura akan dipotong sekitar 15 persen. Tidak ada bonus tahunan yang akan diberikan pada tahun ini sebagaimana keputusan rapat kabinet.

Liburan tahunan bagi para menteri juga akan berkurang 42-36 hari. Berdasarkan aturan baru, karyawan sektor publik tidak akan menerima tunjangan transportasi selama liburan.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
54 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved