WikiLeaks Rilis Kabel Diplomatik soal Pembantaian Duterte di Davao

Senin, 26 September 2016 - 16:06 WIB
WikiLeaks Rilis Kabel...
WikiLeaks Rilis Kabel Diplomatik soal Pembantaian Duterte di Davao
A A A
MANILA - Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks telah merilis kabel diplomatik rahasia yang mengungkapkan bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakui terlibat dalam pembantaian main hakim sendiri di Davao. Kabel diplomatik itu ditulis oleh Kristie Kenny pada 8 Mei 2009 yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Filipina.

Pembantaian di luar hukum itu terjadi saat Duterte menjabat sebagai Walikota Davao. Sebelumnya, Pemerintah Filipina membantah Presiden Duterte terlibat atau memerintahkan pembantaian di Davao, termasuk terhadap komunitas Muslim di wilayah Filipina selatan itu.

Dokumen rahasia dari Kenny itu di dalamnya ikut mengutip pernyataan Direktur Komisi Hak Asasi Manusia Regional (CHR) Alberto Sipaco Jr. Dokumen yang ditulis Kenny diberi judul “Walikota Mengakui Terlibat”.

“Dalam pertemuan pribadi Sipaco memiliki penegasan bahwa Walikota Duterte tahu tentang pembunuhan dan memungkinkannya,” tulis Kenny dalam kabel diplomatik yang dirilis WikiLeaks.

Dalam surat resmi berjudul; "The Mayor's rage: a personal angle", Kenny menulis; ”Menceritakan kembali percakapan yang pernah dimiliki dengan Duterte, dia adalah teman dekat dan mantan saudara Sipaco yang katanya memohon walikota untuk menghentikan pembunuhan main hakim sendiri dan mendukung metode lain untuk mengurangi kejahatan, seperti program rehabilitasi bagi pelanggar. Menurut Sipaco, Walikota menjawab, ‘saya belum selesai’. Sipaco katanya berulang kali berusaha untuk mencari alasan pada Duterte bahwa pembunuhan itu tidak sah dan merugikan masyarakat, tetapi Duterte menolak untuk membicarakan masalah ini.”

Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan Filipinan atau Malacanang mengaku akan melihat bocoran dokumen rahasia itu. ”Kami akan melihat itu pertama,” kata Menteri Komunikasi Filipina, Martin M Andanar, seperti dikutip GMA, Senin (26/9/2016).

Bocoran kabel diplomatik ini hampir bersamaan dengan pengungkapan mantan pembunuh bayaran, Edgar Matobato, yang mengaku disuruh Duterte secara pribadi untuk melakukan pembantaian di Davao di masa lalu.

Dalam pengakuannya, Motabato yang merupakan mantan anggota “Davao Death Squad” menuduh Duterte telah memerintahkan pembunuhan terhadap lawan-lawannya. Matobato bahkan mengaku diperintah Duterte untuk mengebom masjid dan membunuh warga Muslim di Davao.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
4 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
5 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
7 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved