Penulis Yordania Ditembak Mati karena Hina Islam atau ISIS?

Senin, 26 September 2016 - 09:21 WIB
Penulis Yordania Ditembak...
Penulis Yordania Ditembak Mati karena Hina Islam atau ISIS?
A A A
AMAN - Nahed Hattar, penulis asal Yordania tewas setelah ditembak tiga kali di kepala ketika berjalan ke ruang sidang pengadilan. Dia hendak diadili atas tuduhan menghina agama Islam.

Namun, tuduhan terhadap Nahed Hattar, ambigu. Sebab, materi berupa karikatur yang jadi bahan tuduhan itu sejatinya sebagai olok-olokan terhadap kelompok ISIS atau Islamic State (ISIS) yang mengatasnamakan Islam dalam aksi radikalnya.

Karikatur yang secara tidak langsung jadi penyebab kematian Nahed Hattar sejatinya juga bukan karyanya. Penulis Yordania ini hanya ikut membagikan karikatur itu di media sosial Facebook.

Karikatur itu menunjukkan, seorang pria berjanggut dari kelompok ISIS merokok di surga, berbaring di tempat tidur dengan perempuan dan menyerukan Tuhan untuk membawakan dia anggur dan kacang mete.

Nahed juga sudah menghapus posting karikatur itu.”Itu mengolok-olok teroris dan konsep mereka tentang Tuhan dan surga. Itu tidak melanggar kesucian Tuhan dengan cara apapun,” katanya sebelum penembakan terjadi.

Dia ditangkap pada bulan Agustus oleh otoritas Yordania, dan dituduh menghasut perselisihan sektarian dan menghina Islam.

Saat ia tiba di pengadilan pada hari Minggu (25/9/2016), dia ditembak. Para saksi mata mengatakan pelakunya adalah pria bersenjata, berjanggut dan berusia 50-an, mengenakan pakaian tradisional Arab.

Menurut kantor berita Yordania, Petra, seorang pria telah ditangkap di lokasi penembakan di Distrik Abdali.

keluarga Nehad Hattar mengatakan, Perdana Menteri Yordania, Hani al-Mulki, harus disalahkan atas kematian penulis itu.

”Perdana menteri adalah orang pertama yang menghasut melawan Nahed ketika dia memerintahkan penangkapan dan mengadilinya karena membagikan karikatur, dan yang memicu masyarakat melawan dirinya dan menyebabkan pembunuhan,” kata sepupu korban, Saad Hattar.

Dalam sebuah pernyataan, dilihat oleh The Guardian, keluarga meminta pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban semua orang yang telah menghasut kekerasan terhadap Nehad Hattar.

”Banyak (orang) fanatik menulis di media sosial menyerukan pembunuhan dan hukuman mati tanpa pengadilan, dan pemerintah tidak melakukan apa pun terhadap mereka,” bunyi pernyataan keluarga korban.

Sara Williams, seorang jurnalis yang berbasis di Yordan, mengatakan kepada Al-Jazeera, bahwa Nehad Hattar telah ditahan di masa lalu karena posting-an kritis tentang Raja Yordania. Hattar yang berasal dari kelompok monoritas Kristen merupakan pendukung vokal Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(mas)
Berita Terkait
Putri Pangeran Hussein...
Putri Pangeran Hussein Putra Mahkota Yordania Tak Masuk Daftar Penerus Takhta
Dukung Gencatan Senjata...
Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Ribuan Demonstran Kepung Kedubes Israel di Yordania
Israel Aneksasi Tepi...
Israel Aneksasi Tepi Barat, Raja Yordania: Konflik Besar Akan Pecah
Siapa Ratu Rania, Istri...
Siapa Ratu Rania, Istri Raja Yordania Abdullah II yang Masih Menawan di Usia 54 Tahun
Profil 4 Istri Raja...
Profil 4 Istri Raja Hussein Yordania, Siapa Saja Mereka?
Kualifikasi Piala Dunia...
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Palestina Tertunduk di Hadapan Yordania
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
39 menit yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
1 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
3 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved