Suriah Tuding Saudi, Qatar dan Turki Penyebar Terorisme
Minggu, 25 September 2016 - 14:31 WIB
Suriah Tuding Saudi, Qatar dan Turki Penyebar Terorisme
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem menuding Arab Saudi, Qatar, dan Turki menyebarkan terorisme dalam perang yang merobek Suriah. Hal itu dikatakannya dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB.
"Bukan rahasia jika Qatar dan Arab Saudi telah memainkan bagian dalam hal ini (menyebarkan terorisme), mempromosikan ideologi Wahabis Takfirist dan fatwa kematian tentang kelompok itu yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Mereka telah membual tentang mendukung terorisme dalam segala hal," kata Moallem seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (25/9/2016).
"Sementara itu Turki telah membuka perbatasannya untuk membiarkan puluhan ribu teroris dari seluruh dunia dan telah memberi mereka dukungan serta pelatihan logistik di kamp-kamp di bahwa pengawasan intelijen Turki dan barat," katanya lagi.
Arab Saudi, bersama Turki dan Qatar telah berulang kali diberi label oleh banyak ahli, media dan LSM sebagai sponsor utama terorisme memanfaatkan ketidakstbian di negara-negara yang diguncang oleh pemberontakan.
Suriah terlah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, dengan pasukan pemerintah yang setia Presiden Bashar al-Assad memerangi sejumlah faksi oposisi. Mereka juga terlibat peperangan dengan Negara Islam (ISIS), serta Jabhat Fatah al Sham dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, atau al-Nusra depan.
"Bukan rahasia jika Qatar dan Arab Saudi telah memainkan bagian dalam hal ini (menyebarkan terorisme), mempromosikan ideologi Wahabis Takfirist dan fatwa kematian tentang kelompok itu yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Mereka telah membual tentang mendukung terorisme dalam segala hal," kata Moallem seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (25/9/2016).
"Sementara itu Turki telah membuka perbatasannya untuk membiarkan puluhan ribu teroris dari seluruh dunia dan telah memberi mereka dukungan serta pelatihan logistik di kamp-kamp di bahwa pengawasan intelijen Turki dan barat," katanya lagi.
Arab Saudi, bersama Turki dan Qatar telah berulang kali diberi label oleh banyak ahli, media dan LSM sebagai sponsor utama terorisme memanfaatkan ketidakstbian di negara-negara yang diguncang oleh pemberontakan.
Suriah terlah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, dengan pasukan pemerintah yang setia Presiden Bashar al-Assad memerangi sejumlah faksi oposisi. Mereka juga terlibat peperangan dengan Negara Islam (ISIS), serta Jabhat Fatah al Sham dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, atau al-Nusra depan.
(ian)