Tak Bisa Bunuh 700.000 Orang, Duterte Perpanjang Perang Narkoba

Senin, 19 September 2016 - 23:25 WIB
Tak Bisa Bunuh 700.000...
Tak Bisa Bunuh 700.000 Orang, Duterte Perpanjang Perang Narkoba
A A A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengumumkan bahwa perang narkoba di negaranya diperpanjang hingga enam bulan ke depan. Dengan nada bercanda, Duterte mengatakan bahwa dia tidak bisa membunuh semua gembong dan pecandu narkoba yang mencapai 700.000 orang.

Sambil bergurau, Duterte mengaku menyesal. Sebab, jika sekitar 700.000 orang gembong dan pecandu narkoba yang sudah menyerahkan diri ke polisi dibunuh, maka laporan korban perang narkoba akan membengkak.

”Jadi, ketika saya mulai menekan semua orang (yang terkait narkoba), itu seperti cacing dari dalam kaleng dan tidak ada yang bisa percaya bahwa akan ada sekitar 700.000 (pengedar dan pecandu) baru guys, mungkin dalam bisnis narkoba ini yang telah menyerahkan diri kepada polisi dan militer,” kata Duterte kepada wartawan, seperti dikutip IB Times, Senin (19/9/2016).

”Tapi masalahnya adalah di headline, ‘Saya tidak bisa membunuh mereka semua’. Karena bahkan jika saya ingin (bunuh), saya tidak bisa membunuh mereka semua karena laporan terakhir akan tebal,” ujar Duterte mengacu pada laporan tentang korban perang narkoba.

Presiden berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” ini telah menghadapi kritik global atas pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan di luar hukum terkait perang melawan narkoba yang dia kobarkan.

“Beri aku perpanjangan waktu sedikit, mungkin enam bulan, saya tidak punya ide bahwa ada ratusan ribu sudah dalam bisnis narkoba. Itu waktu dikenakan tiga sampai enam bulan. Saya tidak menyadari seberapa parah masalah ancaman narkoba di republik ini sampai saya menjadi presiden,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
55 menit yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
2 jam yang lalu
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
3 jam yang lalu
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
3 jam yang lalu
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
4 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved