AS Tak Mau Publikasikan Kesepakatan dengan Rusia Soal Suriah
Jum'at, 16 September 2016 - 15:37 WIB
AS Tak Mau Publikasikan Kesepakatan dengan Rusia Soal Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menolak untuk mempublikasikan kesepakatan dengan Rusia soal gencatan senjata di Suriah. Alasannya, banyak sekali informasi sensitif dalam kesepakatan itu, yang bila dipublikasikan dapat mengacam kelangsungan gencatan senjata.
"Ada kekhawatiran bahwa kita masih harus mengembangkan dokumen tersebut, dokumen itu sendiri dibangun di atas dokumen-dokumen lain dari negosiasi sebelumnya," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir telesurtv pada Jumat (16/9).
"Ada beberapa masalah dan saya pikir salah satunya adalah mempublikasikan dokumen ini. Karena ada parameter dan ada rincian dasar spesifik bahwa kita tidak merasa mempublikasikan hal ini akan membantu keberlangsungan gencatan senjata," sambungnya.
Pernyataan ini sendiri muncul setelah adanya desakan dari Prancis agar AS mempublikasikan kesepakatan itu. Prancis menilai informasi itu sangat penting untuk memastikan militan dan pemberontak tidak menjadi target serangan di darat.
Rusia sebelumnya telah beberapa kali mengatakan akan mempublikasikan kesepakatan itu. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Lavrov mengatakan, Rusia akan mempublikasikan kesepakatan tersebut pada sidang umum PBB. Selain itu, Rusia juga akan mencari persetujuan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk perjanjian itu, tanpa amandemen apapun.
"Ada kekhawatiran bahwa kita masih harus mengembangkan dokumen tersebut, dokumen itu sendiri dibangun di atas dokumen-dokumen lain dari negosiasi sebelumnya," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir telesurtv pada Jumat (16/9).
"Ada beberapa masalah dan saya pikir salah satunya adalah mempublikasikan dokumen ini. Karena ada parameter dan ada rincian dasar spesifik bahwa kita tidak merasa mempublikasikan hal ini akan membantu keberlangsungan gencatan senjata," sambungnya.
Pernyataan ini sendiri muncul setelah adanya desakan dari Prancis agar AS mempublikasikan kesepakatan itu. Prancis menilai informasi itu sangat penting untuk memastikan militan dan pemberontak tidak menjadi target serangan di darat.
Rusia sebelumnya telah beberapa kali mengatakan akan mempublikasikan kesepakatan itu. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Lavrov mengatakan, Rusia akan mempublikasikan kesepakatan tersebut pada sidang umum PBB. Selain itu, Rusia juga akan mencari persetujuan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk perjanjian itu, tanpa amandemen apapun.
(esn)