Pendukung Trump Serang Dua Wanita Muslim saat Bawa Bayi

Minggu, 11 September 2016 - 00:05 WIB
Pendukung Trump Serang...
Pendukung Trump Serang Dua Wanita Muslim saat Bawa Bayi
A A A
NEW YORK - Seorang pendukung calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald John Trump menyerang dua wanita Muslim yang sedang membawa bayi di kereta dorong di kawasan Brooklyn, New York. Penyerang mencoba merobek jilbab yang dikenakan kedua wanita Muslim tersebut.

Pendukung Trump yang melakukan serangan itu adalah seorang wanita bernama Emirjeta Xhelili, 32. Saat menyerang, dia meneriakkan hinaan bernada kebencian terhadap Islam.

F**k, keluar dari sini,” teriak Xhelili, yang ditirukan seorang asisten jaksa. ”F **k hengkang dari Amerika, Ini adalah Amerika, Anda tidak harus berbeda dari kami,” lanjut teriakan pelaku, seperti dikutip New York Daily News, Sabtu (10/9/2016).

Xhelili lantas menekan dua wanita Muslim itu di bagian wajah dan mencoba merobek jilbab yang mereka kenakan.

Menurut jaksa, serangan itu juga membahayakan bayi berusia 15 bulan di dalam kereta dorong yang dibawa kedua korban. Para wanita Muslim itu berupaya menjaga kereta dorong agar tidak terbalik.

”Dia bahkan tidak peduli terhadap kondisi bayi. Begitulah bagaimana seriusnya kejahatan kebencian ini,” kata " kata Asisten Jaksa Kelli Muse saat membacakan dakwaan di sebuah pengadilan di Brooklyn, pada hari Jumat waktu setempat.

“Dia terus mengejek mereka di depan polisi saat berada di dalam tahanan, (dengan) mengatakan 'Kalian bukan di sini. Pergi dari sini’,” ujar Muse menirukan ejekan Xhelili.

Xhelili merupakan pendukung Trump yang rutin mengunggah sejumlah posting-an di media sosial dengan nama akun Mary Magadalene.”Amerika adalah bahtera Nuh,” bunyi salah satu posting-an yang dia tulis.”Trump akan menang,” bunyi posting-an lainnya.

Anehnya, Xhelili adalah seorang imigran yang berasal dari Albania. Mayoritas warga Albania sendiri adalah Muslim.

Dewan Hubungan Islam (CAIR) merilis pernyataan yang mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan Xhelili secara serius. "Kami mendesak Kantor Jaksa Brooklyn untuk menuntut serangan mengerikan ini,” kata Direktur Eksekutif CAIR-New York, Afaf Nasher.

”Kami mendesak masjid dan lembaga-lembaga Islam untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan, terutama pada akhir pekan ini di saat bangsa ini menandai 15 tahun serangan teror 9/11, yang beberapa mungkin digunakan sebagai alasan untuk menyerang Muslim Amerika,” lanjut dia.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
53 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
5 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved