AS Tak Akan Pernah Menerima Korut sebagai Negara Nuklir!
Sabtu, 10 September 2016 - 04:57 WIB
AS Tak Akan Pernah Menerima Korut sebagai Negara Nuklir!
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan uji coba senjata nuklir kelima oleh Korea Utara (Korut) sudah menjadi ancaman serius dan perlu dijatuhi sanksi baru. Obama menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara nuklir.
Obama dalam sebuah pernyataan yang dibacakan juru bicara Gedung Putih, John Earnest, menegaskan kembali komitmen Washington untuk melindungi sekutu-sekutunya di Asia dan di seluruh dunia.
”Untuk menjadi jelas, Amerika Serikat tidak, dan tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara nuklir,” bunyi pernyataan Obama.
“(Kami) bermaksud untuk mengambil langkah-langkah tambahan yang signifikan, termasuk sanksi baru, untuk menunjukkan kepada Korut bahwa ada konsekuensi atas tindakan melanggar hukum dan berbahaya,” lanjut pernyataan Obama.
Sekutu Obama, yakni Presiden Korea Selatan; Park Geun-hye, menuduh pemimpin Korut; Kim Jong-un, melakukan “kecerobohan gila” karena mengejar senjata nuklir meskipun sanksi PBB yang parah sudah dijatuhkan pada negaranya.
Korea Selatan akan mengadakan konsultasi dengan AS dan Jepang mengenai aktivitas nuklir terbaru rezim Pyongyang.
”Menteri Luar Negeri Yun Byung-se, sekarang bepergian di Laos dengan Presiden Park Geun-hye, berusaha untuk melakukan konsultasi dengan sekutu dekat,” kata seorang pejabat senior Korea Selatan yang berbicara dalam kondisi anonim seperti dikutip Yonhap, Sabtu (10/9/2016).
Menurut pejabat itu, Menlu Yu Byung-se akan berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Jepang Fumoi Kishida melalui telepon.
Pemerintah Jepang juga telah menyampaikan protes resmi terhadap uji coba senjata nuklir Korut. Protes dikirim ke Pyongyang melalui saluran diplomatik China.
Obama dalam sebuah pernyataan yang dibacakan juru bicara Gedung Putih, John Earnest, menegaskan kembali komitmen Washington untuk melindungi sekutu-sekutunya di Asia dan di seluruh dunia.
”Untuk menjadi jelas, Amerika Serikat tidak, dan tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara nuklir,” bunyi pernyataan Obama.
“(Kami) bermaksud untuk mengambil langkah-langkah tambahan yang signifikan, termasuk sanksi baru, untuk menunjukkan kepada Korut bahwa ada konsekuensi atas tindakan melanggar hukum dan berbahaya,” lanjut pernyataan Obama.
Sekutu Obama, yakni Presiden Korea Selatan; Park Geun-hye, menuduh pemimpin Korut; Kim Jong-un, melakukan “kecerobohan gila” karena mengejar senjata nuklir meskipun sanksi PBB yang parah sudah dijatuhkan pada negaranya.
Korea Selatan akan mengadakan konsultasi dengan AS dan Jepang mengenai aktivitas nuklir terbaru rezim Pyongyang.
”Menteri Luar Negeri Yun Byung-se, sekarang bepergian di Laos dengan Presiden Park Geun-hye, berusaha untuk melakukan konsultasi dengan sekutu dekat,” kata seorang pejabat senior Korea Selatan yang berbicara dalam kondisi anonim seperti dikutip Yonhap, Sabtu (10/9/2016).
Menurut pejabat itu, Menlu Yu Byung-se akan berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Jepang Fumoi Kishida melalui telepon.
Pemerintah Jepang juga telah menyampaikan protes resmi terhadap uji coba senjata nuklir Korut. Protes dikirim ke Pyongyang melalui saluran diplomatik China.
(mas)