Duterte Tegaskan Perang Terhadap Narkoba Jalan Terus
Jum'at, 09 September 2016 - 17:10 WIB
Duterte Tegaskan Perang Terhadap Narkoba Jalan Terus
A
A
A
JAKARTA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak akam berhenti sepanjang dia masih menjabat sebagai Presiden Filipina. Ini berarti perang melawan narkoba akan berlangsung hingga enam tahun kedepan.
Sejauh ini sudah lebih dari 2.000 orang tewas akibat kebijakan anti narkoba yang digalakan Duterte. Namun, pemerintah Filipina menyebut hanya 1.000 orang yang tewas. Bagi Duterte jumlah itu tidak sebanding dengan banyaknya masyarakat Filipina yang menjadi korban narkoba.
"1.000 nyawa (pengedar narkoba) tidak sebanding dengan 3,7 juta warga yang menjadi pecandu narkoba," ucap Duterte saat berbicara di hadapan komunitas Filipina di Jakarta pada Jumat (9/9/2016).
"Walaupun hal ini membutuhkan waktu enam tahun, saya akan melakukannya. Ini akan berlangsung selamanya. Jika anak-anak Anda menjadi korban dalam prosesnya saya minta maaf. Saran saya Anda masukan anak-anak ke panti rehabilitasi jika tidak ingin menjadi korban," sambungnya.
Dia menambahkan, tahun depan pemerintah Filipina akan membangun pusat rehabilitasi baru. Pembangunan ini, jelas Duterte mendapat bantuan dari pemerintah China.
Sejauh ini sudah lebih dari 2.000 orang tewas akibat kebijakan anti narkoba yang digalakan Duterte. Namun, pemerintah Filipina menyebut hanya 1.000 orang yang tewas. Bagi Duterte jumlah itu tidak sebanding dengan banyaknya masyarakat Filipina yang menjadi korban narkoba.
"1.000 nyawa (pengedar narkoba) tidak sebanding dengan 3,7 juta warga yang menjadi pecandu narkoba," ucap Duterte saat berbicara di hadapan komunitas Filipina di Jakarta pada Jumat (9/9/2016).
"Walaupun hal ini membutuhkan waktu enam tahun, saya akan melakukannya. Ini akan berlangsung selamanya. Jika anak-anak Anda menjadi korban dalam prosesnya saya minta maaf. Saran saya Anda masukan anak-anak ke panti rehabilitasi jika tidak ingin menjadi korban," sambungnya.
Dia menambahkan, tahun depan pemerintah Filipina akan membangun pusat rehabilitasi baru. Pembangunan ini, jelas Duterte mendapat bantuan dari pemerintah China.
(ian)