Obama Mengaku Tak Hiraukan Pernyataan Duterte
Kamis, 08 September 2016 - 19:24 WIB
Obama Mengaku Tak Hiraukan Pernyataan Duterte
A
A
A
VIENTIANE - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengaku tidak menerima secara personal pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte beberapa waktu lalu, dan menuturkan bahwa dia dan Duterte harus segera bertemu dalam waktu dekat.
"Saya tidak mengambil komentar ini secara pribadi karena tampaknya ini adalah ungkapan yang ia telah digunakan berulang kali, termasuk diarahkan ke Paus dan lain-lain. Saya pikir itu tampaknya hanya kebiasaan, cara berbicara untuknya," ucapnya.
"Saya berjabat tangan dengan Presiden Duterte tadi malam. Itu bukan interaksi lama, dan apa yang saya ingin tunjukan kepadanya hanya tim saya harus bertemu dengan tim yang dia miliki dan menentukan bagaimana kita bisa bergerak maju pada berbagai isu," sambungnya.
Obama, seperti dilansir Reuters pada Kamis (8/9), juga mengatakan kemitraan antara kedua negara harus konsisten dengan aturan hukum dan norma-norma internasional.
Seperti diketahui, Duterte telah menyebut Obama sebagai bajingan dan dia bersumpah akan menguliahi Obama tentang hak asasi manusia ketika bertemu di KTT ASEAN di Laos.
Komentar Duterte bernada hinaan itu disampaikan setelah Obama berniat mempertanyakan tindakan berdarah yang dilakukan Pemerintah Filipina dalam perang melawan narkoba. Data resmi dari otoritas Filipina menyebut, lebih dari 2.400 jiwa tewas dalam perang melawan narkoba selama dua bulan terakhir.
”Anda (Obama) harus menghormati. Jangan hanya membuang pertanyaan dan pernyataan. Anak pelacur, saya akan mengutuk Anda di forum itu,” kata Duterte beberapa waktu lalu.
Akibat pernyataan ini, rencana pertemuan Obama dan Duterte disela-sela KTT ASEAN akhirnya dibatalkan. Keduanya pun tampak canggung saat sesekali berpapasan dalam sejumlah pertemuan di KTT ASEAN.
Duterte sendiri sejatinya telah menyatakan penyesalannya atas kata-kata kasarnya kepada Obama. Dalam pernyataan yang dibacakan oleh juru bicaranya, Duterte mengatakan bahwa komentar kasarnya tersebut meluncur menanggapi pertanyaan yang dilontarkan reporter.
"Saya tidak mengambil komentar ini secara pribadi karena tampaknya ini adalah ungkapan yang ia telah digunakan berulang kali, termasuk diarahkan ke Paus dan lain-lain. Saya pikir itu tampaknya hanya kebiasaan, cara berbicara untuknya," ucapnya.
"Saya berjabat tangan dengan Presiden Duterte tadi malam. Itu bukan interaksi lama, dan apa yang saya ingin tunjukan kepadanya hanya tim saya harus bertemu dengan tim yang dia miliki dan menentukan bagaimana kita bisa bergerak maju pada berbagai isu," sambungnya.
Obama, seperti dilansir Reuters pada Kamis (8/9), juga mengatakan kemitraan antara kedua negara harus konsisten dengan aturan hukum dan norma-norma internasional.
Seperti diketahui, Duterte telah menyebut Obama sebagai bajingan dan dia bersumpah akan menguliahi Obama tentang hak asasi manusia ketika bertemu di KTT ASEAN di Laos.
Komentar Duterte bernada hinaan itu disampaikan setelah Obama berniat mempertanyakan tindakan berdarah yang dilakukan Pemerintah Filipina dalam perang melawan narkoba. Data resmi dari otoritas Filipina menyebut, lebih dari 2.400 jiwa tewas dalam perang melawan narkoba selama dua bulan terakhir.
”Anda (Obama) harus menghormati. Jangan hanya membuang pertanyaan dan pernyataan. Anak pelacur, saya akan mengutuk Anda di forum itu,” kata Duterte beberapa waktu lalu.
Akibat pernyataan ini, rencana pertemuan Obama dan Duterte disela-sela KTT ASEAN akhirnya dibatalkan. Keduanya pun tampak canggung saat sesekali berpapasan dalam sejumlah pertemuan di KTT ASEAN.
Duterte sendiri sejatinya telah menyatakan penyesalannya atas kata-kata kasarnya kepada Obama. Dalam pernyataan yang dibacakan oleh juru bicaranya, Duterte mengatakan bahwa komentar kasarnya tersebut meluncur menanggapi pertanyaan yang dilontarkan reporter.
(esn)