Negosiasi Dilaporkan Berujung Kebuntuan, Rusia: AS Berlebihan
Senin, 05 September 2016 - 15:22 WIB
Negosiasi Dilaporkan Berujung Kebuntuan, Rusia: AS Berlebihan
A
A
A
HUANGZHOU - Seorang sumber diplomatik Rusia menyebut, beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) menyampaikan pernyataan yang terlalu berlebihan terkait negosiasi antara Rusia dan AS soal Suriah. Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu, negosiasi belum berakhir.
Sumber itu menuturkan, memang benar sampai saat ini belum ada satupun yang berhasil dicapai antara Rusia dan AS. Namun, menurutnya berlebihan bila mengatakan negosiasi telah berakhir. Yang benar menurutnya adalah, adanya jeda untuk beristihat setelah pembicaraan yang cukup intens.
"Proses akan kembali berlanjut. Tidak ada alasan untuk laporan dramatis seperti yang sedang dilakukan oleh beberapa sumber Departemen Luar Negeri AS, bahwa tidak ada kesepakatan yang dicapai," kata sumber itu, seperti dilansir Reuters pada Senin (5/9).
Sebelumnya diberitakan, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri John Kerry dari sisi AS dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dari sisi Rusia tidak ada satupun kesepakatan yang terjadi. Pembicaraan selalu menemui jalan buntu.
Pejabat yang tindak ingin disebutkan namanya itu menuturkan, masih ada jurang perbedaan yang teramat lebar antara AS dan Rusia mengenai Suriah. Inilah alasan utama kembali gagalnya AS dan Rusia untuk mencapai kesepakatan.
Sumber itu menuturkan, memang benar sampai saat ini belum ada satupun yang berhasil dicapai antara Rusia dan AS. Namun, menurutnya berlebihan bila mengatakan negosiasi telah berakhir. Yang benar menurutnya adalah, adanya jeda untuk beristihat setelah pembicaraan yang cukup intens.
"Proses akan kembali berlanjut. Tidak ada alasan untuk laporan dramatis seperti yang sedang dilakukan oleh beberapa sumber Departemen Luar Negeri AS, bahwa tidak ada kesepakatan yang dicapai," kata sumber itu, seperti dilansir Reuters pada Senin (5/9).
Sebelumnya diberitakan, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri John Kerry dari sisi AS dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dari sisi Rusia tidak ada satupun kesepakatan yang terjadi. Pembicaraan selalu menemui jalan buntu.
Pejabat yang tindak ingin disebutkan namanya itu menuturkan, masih ada jurang perbedaan yang teramat lebar antara AS dan Rusia mengenai Suriah. Inilah alasan utama kembali gagalnya AS dan Rusia untuk mencapai kesepakatan.
(esn)