Terapkan Hukum Kolektif, Israel Berencana Tangkap Bayi 10 Bulan

Senin, 05 September 2016 - 09:13 WIB
Terapkan Hukum Kolektif,...
Terapkan Hukum Kolektif, Israel Berencana Tangkap Bayi 10 Bulan
A A A
HEBRON - Pemerintah Israel tampaknya masih akan terus mempraktekkan hukuman kolektif bagi warga Palestina. Otoritas kemanan Israel menghukum satu desa atau kota tempat pelaku penyerangan berasal, dan akan menangkap seluruh anggota keluarga dari warga Palestina yang diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap warga atau aparat keamanan Israel.
Melansir Telesurtv pada Senin (5/9), sebagai contoh penerapan hukum kolektif itu, polisi Israel dikabarkan berencana untuk menangkap anak Fadi Faroukh, yang masih berusia 10 bulan. Faroukh dituding oleh otoritas keamanan Israel berusaha untuk menyerang tentara Israel di kota Sair di Hebron pada November tahun lalu. Dia ditembak mati di tempat oleh tentara Israel.
Kabar mengenai penangkapan putri Faroukh disampaikan pria bernama Salih, yang tak lain adalah ayah dari Faroukh. Salih mengatakan, tentara Israel telah menyebakan tulisan yang berisi peringatan mengenai penerapan hukum kolektif tersebut.
"Mereka (tentara Israel) mengancam untuk menangkap putri Faroukh yang masih berusia 10 bulan, sebelum akhirnya mereka meniggalkan rumah Faroukh dengan meninggalkan sebuah peringatan," kata Salih. Dia menambahkan, peringatan itu digantung tentara Israel di setiap rumah yang ada di kota Sair.
Peringatan itu sendiri berbunyi, "Dengan meningkatnya serangan yang berasal dari daerah Anda terhadap warga sipil, pasukan pertahanan dan pasukan keamanan Israel, kami akan meningkatkan upaya melawan teroris dan melawan siapapun yang terlibat dalam kegiatan tersebut".
Insiden tebaru di kota Sair dan terhadap keluarga Faroukh terjadi hanya beberapa minggu setelah Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengungkapkan kebijakan kontroversial "wortel dan tongkat" terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Kebijakan ini akan membuat Israel dapat menghukum secara kolektif desa-desa dan kota-kota asal pelaku penyerangan melalui pemotongan untuk kebutuhan dasar seperti air dan listrik dan peningkatan serangan dan pelecehan oleh tentara.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
43 menit yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
1 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
2 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
5 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved