Pesan Pilu Kayla Muller, Wanita AS yang Diperkosa Bos ISIS

Jum'at, 26 Agustus 2016 - 02:38 WIB
Pesan Pilu Kayla Muller,...
Pesan Pilu Kayla Muller, Wanita AS yang Diperkosa Bos ISIS
A A A
WASHINGTON - Sebuah video berisi pesan pilu sandera asal Amerika Serikat (AS), Kayla Muller, yang diperkosa pemimpin ISIS; Abu Bakr al-Baghdadi, telah dirilis pihak keluarga kepada media. Video itu menunjukkan kondisi terakhir Kayla sebelum tewas di Suriah pada tahun lalu.

Kayla, 26, merupakan pekerja bantuan sosial yang ditawan militan kelompok Islamic State atau ISIS saat menjalankan misi kemanusiaan di Aleppo, Suriah, bulan Agustus 2013. Dia ditangkap ketika meninggalkan rumah sakit yang dikelola kelompok Doctors Without Borders.

Orang tua Kayla mengatakan video kondisi terakhir putrinya itu dikirim oleh militan ISIS. Video itu telah dirilis ABC, pada Kamis dan merupakan video pertama yang diungkap ke publik.

“Nama saya Kayla Mueller. Saya butuh bantuan Anda,” demikian kata-kata awal Kayla di video tersebut.

“Ini sangat menakutkan,” lanjut Kayla dengan wajah tertekan. Kayla ditampilkan dengan mengenakan kerudung warna hitam di sebuah lokasi penyanderaan ISIS.

Pesan Pilu Kayla Muller, Wanita AS yang Diperkosa Bos ISIS


Ayahnya, Carl Muller, merasa hancur perasaannya melihat kondisi terakhir putrinya.”Anda bisa hampir dalam keadaan katatonik, saya pikir Anda bahkan tidak bisa berdiri,” katanya menjelaskan kepada setiap orang yang menonton video itu.

Ibunya, Marsha Muller, menambahkan: "Saya melihat bagaimana dia tampak rapuh, saya melihat jelas matanya. Dia sangat putus asa.”

”Tapi saya juga melihat kekuatannya,” ujar Marsha, yang dikutip Jumat (26/8/2016).

Kayla saat itu ditahan di rumah wakil al-Baghdadi yang bernama Abu Sayyaf, di Raqqa. Orang kedua di kelompok ISIS itu diduga tewas bersama Kayla ketika rumahnya jadi sasaran serangan udara pada Februari 2015.

Kayla lulus dari universitas di AS pada tahun 2009. Dia kemudian melakukan perjalanan ke India utara, Palestina dan Israel untuk membantu kelompok-kelompok kemanusiaan.

Dia kemudian pergi ke Suriah untuk membantu orang-orang yang hidupnya sengsara akibat perang. Kayla fokus pada anak-anak Suriah yang menderita.
(mas)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved