Disudutkan Jelang Pilpres AS, Donald Trump Serang Media

Senin, 15 Agustus 2016 - 09:27 WIB
Disudutkan Jelang Pilpres...
Disudutkan Jelang Pilpres AS, Donald Trump Serang Media
A A A
NEW YORK - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, menyerang media yang dia anggap telah menyudutkannya selama kampanye menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) AS. Trump mengatakan, saat ini dia tidak melawan Hillary Clinton tapi sedang melawan media tak jujur.

Miliarder itu berhenti kampanye di Fairfield, Connecticut pada 13 Agustus 2016 sebelum beralih ke Twitter untuk “memberi kuliah” kepada wartawan tentang kebebasan pers.

Selama kampanye akhir pekan, Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia untuk saat ini tidak melawan rivalnya, calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

”Saya tidak pergi (melawan) Hillary si tidak jujur,” katanya kepada pendukungnya seperti dikutip The Guardian. ”Saya sedang menjalankan (serangan) terhadap media tak jujur,” katanya lagi yang dilansir Senin (15/8/2016).

Trump marah dengan artikel New York Times yang menyudutkannya dengan mengutip sumber anonim. Dalam artikel itu, Trump ditulis; “suasana hatinya sering cemberut dan tidak menentu”. Gerak-gerik Trump, menurut laporan itu, tampak dua bulan setelah manajer kampanyenya Corey Lewandowski dipecat.

“(Sebagai) upaya untuk menyelamatkan Trump dari dirinya sendiri telah jelas gagal,” tulis New York Times, mengacu pada pemecatan Lewandowski.

Di Twitter, Trump membuat serangan tajam terhadap pengunaan kata “gagal” oleh New York Times. ”Gagal, @nytimes berbicara tentang sumber-sumber anonim dan pertemuan yang tidak pernah terjadi, laporan mereka adalah fiksi. Media yang melindungi Hillary..!,” tulis Trump via akun Twitternya, @realDonaldTrump.

Dia juga membantah klaim media itu bahwa dia telah setuju untuk mengubah strategi kampanyenya. Selama ini gaya berkampanye Donald Trump cenderung keras terhadap lawan-lawannya, terutama Hillary. Terakhir, Trump menduduh Hillary dan presiden Barack Obama sebagai pendiri ISIS.

Media lain yang jadi serangan Donald Trump adalah The Washington Post, Politico dan Buzzfeed.

”Jika media menjijikkan dan korup, meletakkan makna palsu ke dalam kata-kata yang saya katakan, saya akan mengalahkan Hillary sebesar 20 persen,” lanjut tweet Trump.

“Hillary Clinton si tak jujur dilindungi oleh media. Dia bukan orang yang berbakat atau politisi. Media tidak jujur menolak untuk mengekspos!,” imbuh tweet Donald Trump.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
47 menit yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
3 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
4 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
7 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
8 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
9 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved