Turki Buka Opsi Bangun Kerjasama Pertahanan di Luar NATO
Jum'at, 12 Agustus 2016 - 15:47 WIB
Turki Buka Opsi Bangun Kerjasama Pertahanan di Luar NATO
A
A
A
ANKARA - Turki membuka opsi untuk melakukan kerjasama pertahanan dengan negara-negara di luar anggota NATO. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
Cavusoglu mencatat, khususnya, bahwa sistem pertahanan udara yang diinstal oleh NATO tidak mencakup seluruh wilayah Turki. "Kami ingin membuat sistem rudal pertahanan kita sendiri dan kami memiliki teknologi yang relevan untuk tujuan tersebut," katanya.
"Negara-negara lain di luar NATO juga memiliki teknologi maju dan siapa yang tahu," sambung Cavusoglu Namun pada saat yang sama diplomat tinggi asal Turki ini menegaskan jika Ankara tidak akan menarik diri dari NATO seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (12/8/2016).
Cavusoglu mengatakan bahwa awal bulan ini Turki telah berulang kali mencoba untuk berinteraksi dengan negara-negara anggota NATO, tapi hasilnya tidak memenuhi harapan Ankara.
Sebelumnya, media Turki Haber Turk, melansir tulisan spekulatif yang menyebut ada rencana rahasia untuk mendepak Turki dari kenanggotaan NATO. Laporan itu direspons cepat oleh NATO dengan memuji Turki sebagai sekutu berharga.
Reaksi cepat NATO itu disampaikan juru bicaranya Oana Lungescu, yang diterbitkan di situs resmi NATO.”Mengingat laporan spekulatif pers mengenai sikap NATO, mengenai kudeta yang gagal di Turki dan keanggotaan NATO Turki, biarkan saya menekankan posisi yang sangat jelas (dari) NATO,” katanya.
Cavusoglu mencatat, khususnya, bahwa sistem pertahanan udara yang diinstal oleh NATO tidak mencakup seluruh wilayah Turki. "Kami ingin membuat sistem rudal pertahanan kita sendiri dan kami memiliki teknologi yang relevan untuk tujuan tersebut," katanya.
"Negara-negara lain di luar NATO juga memiliki teknologi maju dan siapa yang tahu," sambung Cavusoglu Namun pada saat yang sama diplomat tinggi asal Turki ini menegaskan jika Ankara tidak akan menarik diri dari NATO seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (12/8/2016).
Cavusoglu mengatakan bahwa awal bulan ini Turki telah berulang kali mencoba untuk berinteraksi dengan negara-negara anggota NATO, tapi hasilnya tidak memenuhi harapan Ankara.
Sebelumnya, media Turki Haber Turk, melansir tulisan spekulatif yang menyebut ada rencana rahasia untuk mendepak Turki dari kenanggotaan NATO. Laporan itu direspons cepat oleh NATO dengan memuji Turki sebagai sekutu berharga.
Reaksi cepat NATO itu disampaikan juru bicaranya Oana Lungescu, yang diterbitkan di situs resmi NATO.”Mengingat laporan spekulatif pers mengenai sikap NATO, mengenai kudeta yang gagal di Turki dan keanggotaan NATO Turki, biarkan saya menekankan posisi yang sangat jelas (dari) NATO,” katanya.
(ian)