Disuruh Pilih Turki atau Gulen, AS Bilang Tidak Perlu Memilih
Jum'at, 12 Agustus 2016 - 09:54 WIB
Disuruh Pilih Turki atau Gulen, AS Bilang Tidak Perlu Memilih
A
A
A
WASHINGTON - Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Elizabeth Trudeau mengatakan Washington tidak perlu memilih antara aliansi dengan Turki atau mengekstradisi ulama sekaligus tokoh oposisi Fethullah Gulen. Pernyataan ini adalah jawaban atas pertanyaan Presiden Turki Tayyep Erdogan.
"Kami tidak perlu memilih," kata Trudeau saat melakukan jumpa pers ketika ditanya jika AS secara khusus harus memilih antara mengekstradisi Gulen atau bersahabat dengan Turki.
"Kami (AS) tentu saja akan benar-benar menjalani kewajiban kami dibawah setiap perjanjian ekstradisi dan ini benar-benar terpisah dari kemitraan kami yang mendalam dan kekal dengan Turki," sambung Trudeau seperti dikutip dari laman Sputnik, Jumat (12/8/2016).
Sebelumnya, Presiden Turki Tayyep Erdogan dihadapan pendukungnya meminta AS untuk segera menjatuhkan pilihan terkait dengan Fethullah Gulen. Erdogan menyebut AS harus memilih antara mempertahankan hubungan baik dengan Turki dengan mengekstradisi Gullen, atau sebaliknya.
Baca juga:
Erdogan pada AS: Pilih Turki atau Gullen
Ankara menuduh Gulen dan pengikutnya memainkan peran kunci dalam percobaan kudeta pada pertengahan Juli lalu, yang merenggut nyawa lebih dari 240 orang. Gulen, yang kini telah tinggal di negara bagian AS Pennsylvania sejak tahun 1999, telah membantah tuduhan bahwa ia mengatur upaya kudeta 15 Juli di Turki.
"Kami tidak perlu memilih," kata Trudeau saat melakukan jumpa pers ketika ditanya jika AS secara khusus harus memilih antara mengekstradisi Gulen atau bersahabat dengan Turki.
"Kami (AS) tentu saja akan benar-benar menjalani kewajiban kami dibawah setiap perjanjian ekstradisi dan ini benar-benar terpisah dari kemitraan kami yang mendalam dan kekal dengan Turki," sambung Trudeau seperti dikutip dari laman Sputnik, Jumat (12/8/2016).
Sebelumnya, Presiden Turki Tayyep Erdogan dihadapan pendukungnya meminta AS untuk segera menjatuhkan pilihan terkait dengan Fethullah Gulen. Erdogan menyebut AS harus memilih antara mempertahankan hubungan baik dengan Turki dengan mengekstradisi Gullen, atau sebaliknya.
Baca juga:
Erdogan pada AS: Pilih Turki atau Gullen
Ankara menuduh Gulen dan pengikutnya memainkan peran kunci dalam percobaan kudeta pada pertengahan Juli lalu, yang merenggut nyawa lebih dari 240 orang. Gulen, yang kini telah tinggal di negara bagian AS Pennsylvania sejak tahun 1999, telah membantah tuduhan bahwa ia mengatur upaya kudeta 15 Juli di Turki.
(ian)