AS: 45 Ribu Anggota ISIS Tewas di Medan Perang
Kamis, 11 Agustus 2016 - 07:59 WIB
AS: 45 Ribu Anggota ISIS Tewas di Medan Perang
A
A
A
WASHINGTON - Kampanye militer di Irak dan Suriah telah membuat 45 ribu anggota ISIS tewas di medan perang. Kondisi ini membuat jumlah total anggota ISIS tidak lebih dari 15 ribu orang. Begitu yang dikatakan komandan tinggi Amerika Serikat (AS) untuk perang melawan ISIS.
Letjen Sean MacFarland mengatakan bahwa baik kualitas dan jumlah anggota ISIS namun ia memperingatkan bahwa sulit untuk menentukan angka yang akurat. Perkiraan sebelumnya menyebutkan jumlah pejuang ISIS antara 19 ribu dan 15 ribu, namun para pejabat AS mengatakan kisarannya sekarang kira-kira 15 ribu sampai 20 ribu.
Mengatakan bahwa musuh telah mundur di semua lini, McFarland mengatakan pasukan lokal yang didukung AS di Irak dan Suriah telah mendapatkan sejumlah wilayah. Ia pun mengatakan aliran pejuang asing ke Irak dan Suriah telah menurun dan banyak anggota ISIS yang tidak mau diterjunkan dalam pertempuran atau kalau pun diterjunkan mereka tidak terlatih.
"Yang aku tahu adalah ketika kita pergi ke suatu tempat, lebih mudah untuk pergi ke sana sekarang daripada setahun lalu. Dan anggota musuh yang disiapkan untuk bertempur tidak lagi banyak," katanya seperti dikutip dari CBS News, Kamis (11/8/2016).
Meski begitu, MacFarland memperingatkan bahwa meski operasi militer di Irak dan Suriah untuk sementara berhasil tetapi ISIS akan terus menjadi ancaman.
"Keberhasilan militer di Irak dan Suriah tidak akan berarti akhir dari Daesh. Kita bisa berharap musuh untuk beradaptasi, untuk berubah menjadi kekuatan pemberontak yang sesungguhnya dan organisasi teroris mampu melakukan serangan mengerikan seperti di sini pada 3 Juli di Baghdad dan orang-orang lain yang telah kita lihat di seluruh dunia," katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.
Letjen Sean MacFarland mengatakan bahwa baik kualitas dan jumlah anggota ISIS namun ia memperingatkan bahwa sulit untuk menentukan angka yang akurat. Perkiraan sebelumnya menyebutkan jumlah pejuang ISIS antara 19 ribu dan 15 ribu, namun para pejabat AS mengatakan kisarannya sekarang kira-kira 15 ribu sampai 20 ribu.
Mengatakan bahwa musuh telah mundur di semua lini, McFarland mengatakan pasukan lokal yang didukung AS di Irak dan Suriah telah mendapatkan sejumlah wilayah. Ia pun mengatakan aliran pejuang asing ke Irak dan Suriah telah menurun dan banyak anggota ISIS yang tidak mau diterjunkan dalam pertempuran atau kalau pun diterjunkan mereka tidak terlatih.
"Yang aku tahu adalah ketika kita pergi ke suatu tempat, lebih mudah untuk pergi ke sana sekarang daripada setahun lalu. Dan anggota musuh yang disiapkan untuk bertempur tidak lagi banyak," katanya seperti dikutip dari CBS News, Kamis (11/8/2016).
Meski begitu, MacFarland memperingatkan bahwa meski operasi militer di Irak dan Suriah untuk sementara berhasil tetapi ISIS akan terus menjadi ancaman.
"Keberhasilan militer di Irak dan Suriah tidak akan berarti akhir dari Daesh. Kita bisa berharap musuh untuk beradaptasi, untuk berubah menjadi kekuatan pemberontak yang sesungguhnya dan organisasi teroris mampu melakukan serangan mengerikan seperti di sini pada 3 Juli di Baghdad dan orang-orang lain yang telah kita lihat di seluruh dunia," katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.
(ian)