Rusia Desak PBB Perbarui Daftar Teroris
Selasa, 09 Agustus 2016 - 15:02 WIB
Rusia Desak PBB Perbarui Daftar Teroris
A
A
A
BAKU - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mendesak PBB untuk memperbarui daftar organisasi teroris. Hal ini guna mencegah berbagai kelompok teroris melarikan diri dari hukuman dengan mengubah nama mereka.
"Masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk tetap teguh dalam memerangi terorisme, PBB harus memperbarui daftar organisasi teroris pada waktu yang tepat," kata Lavrov disela-sela pertemuan trilateral Rusia, Iran, Azerbaijan dikutip dari Russia Today, Selasa (9/8/2016).
Menurut Lavrov, para teroris berusaha untuk menyelamatkan nyawa mereka dengan merubah nama grupnya. "Rusia yakin bahwa meskipun semua meniru Front al-Nusra penting kiranya untuk melanjutkan perjuangan melawan organisasi teroris dan memperbarui daftar mereka," tutur Lavrov.
Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, salah satu kelompok teroris terbesar yang ikut dalam konflik di Syriah Front al-Nusra mengumumkan berpisah dengan Al-Qaidah. Kelompok ini juga mengumumkan merubah namanya menjadi Front Suriah Conquest yang tidak memiliki hubungan dengan kelompok asing manapun.
Pemimpin kelompok Al Qaeda, Ayman al-Zawhiri, memberi restu terhadap perceraian ini. "Persaudaraan Islam antara kami lebih kuat dari semua link organisasi yang kuno dan berubah," katanya dalam sebuah klip audio di media sosial terkait dengan kelompok itu.
Baca juga:
Front al-Nusra Umumkan Bercerai dengan Al-Qaeda
"Masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk tetap teguh dalam memerangi terorisme, PBB harus memperbarui daftar organisasi teroris pada waktu yang tepat," kata Lavrov disela-sela pertemuan trilateral Rusia, Iran, Azerbaijan dikutip dari Russia Today, Selasa (9/8/2016).
Menurut Lavrov, para teroris berusaha untuk menyelamatkan nyawa mereka dengan merubah nama grupnya. "Rusia yakin bahwa meskipun semua meniru Front al-Nusra penting kiranya untuk melanjutkan perjuangan melawan organisasi teroris dan memperbarui daftar mereka," tutur Lavrov.
Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, salah satu kelompok teroris terbesar yang ikut dalam konflik di Syriah Front al-Nusra mengumumkan berpisah dengan Al-Qaidah. Kelompok ini juga mengumumkan merubah namanya menjadi Front Suriah Conquest yang tidak memiliki hubungan dengan kelompok asing manapun.
Pemimpin kelompok Al Qaeda, Ayman al-Zawhiri, memberi restu terhadap perceraian ini. "Persaudaraan Islam antara kami lebih kuat dari semua link organisasi yang kuno dan berubah," katanya dalam sebuah klip audio di media sosial terkait dengan kelompok itu.
Baca juga:
Front al-Nusra Umumkan Bercerai dengan Al-Qaeda
(ian)