Pemberontak Terobos Pengepungan, Assad Balas Pakai Jet Tempur
Senin, 08 Agustus 2016 - 13:24 WIB
Pemberontak Terobos Pengepungan, Assad Balas Pakai Jet Tempur
A
A
A
DAMASKUS - Pemberontak Suriah yang berhasil menerobos pengepungan pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad di Aleppo, mendapat balasan serangan pesawat-pesawat jet tempur rezim Suriah dan Rusia.
Para pemberontak Suriah pada Sabtu pekan lalu merayakan keberhasilan sebagian dari mereka yang berhasil menerbos pengepungan pasukan Assad di Ramousah, Alepppo. Kelompok Jaish al-Fateh—bagian dari koalisi pemberontak Suriah—mengumumkan bahwa fase baru pembebasan seluruh Aleppo dari pengepungan pasukan rezim Suriah telah dimulai.
Namun, pada hari Minggu mereka mendapat serangan balasan berupa pengeboman dari jet-jet tempur rezim Suriah dan Rusia. Pengeboman itu membuat kawasan Ramousah tidak aman lagi bagi perjalanan warga Aleppo yang telah terkepung.
Baca: Pemberontak Suriah Berhasil Terobos Pengepungan Aleppo
Serangan balasan jet-jet tempur rezim Assad dan Rusia itu disampaikan kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Menurut kelompok pemberontak Suriah, serangan jet-jet tempur rezim Assad dan Rusia tidak hanya menghantam wilayah Aleppo tapi juga sebagian kota di Idlib, Suriah barat.
Sebagai bukti, kelompok pemberontak merilis rekaman video yang menunjukkan semburan api besar akibat bom fosfor putih yang dijatuhkan di beberapa kota.
Aleppo, kota terbesar kedua setelah Ibu Kota Damaskus dikuasai kedua kubu, yakni kubu rezim Presiden Assad dan kubu pemberontak atau oposisi Suriah. Namun, Presiden Assad bertekad untuk mengambil kontrol penuh atas wilayah Aleppo, yang menjadi kota terpadat di Suriah sebelum perang saudara pecah.
”Kami sekarang telah menguasai penuh wilayah Ramousah. Kami berada di parit kami, tapi ada serangan udara gila yang belum pernah terjadi sebelumnya. Rezim menggunakan bom cluster,” kata Abu al-Hasanien, seorang komandan senior Fateh Halab, yang merupakan bagian dari koalisi kelompok pemberontak moderat di Aleppo, seperti dikutip Reuters, Senin (8/8/2016).
Sementara itu, media pro-rezim Suriah meremehkan keberhasilan pemberontak Suriah yang berhasil menerobos pengepungan. Media itu dalam laporannya mengklaim tentara Suriah telah membuat kelompok pemberontak menarik diri dari beberapa daerah yang baru-baru ini mereka rebut.
Militer Suriah belum memberikan komentar soal klaim keberhasilan pemberontak menerobos pengepungan dan serangan balasan dengan jet-jet tempur di Aleppo.
Para pemberontak Suriah pada Sabtu pekan lalu merayakan keberhasilan sebagian dari mereka yang berhasil menerbos pengepungan pasukan Assad di Ramousah, Alepppo. Kelompok Jaish al-Fateh—bagian dari koalisi pemberontak Suriah—mengumumkan bahwa fase baru pembebasan seluruh Aleppo dari pengepungan pasukan rezim Suriah telah dimulai.
Namun, pada hari Minggu mereka mendapat serangan balasan berupa pengeboman dari jet-jet tempur rezim Suriah dan Rusia. Pengeboman itu membuat kawasan Ramousah tidak aman lagi bagi perjalanan warga Aleppo yang telah terkepung.
Baca: Pemberontak Suriah Berhasil Terobos Pengepungan Aleppo
Serangan balasan jet-jet tempur rezim Assad dan Rusia itu disampaikan kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Menurut kelompok pemberontak Suriah, serangan jet-jet tempur rezim Assad dan Rusia tidak hanya menghantam wilayah Aleppo tapi juga sebagian kota di Idlib, Suriah barat.
Sebagai bukti, kelompok pemberontak merilis rekaman video yang menunjukkan semburan api besar akibat bom fosfor putih yang dijatuhkan di beberapa kota.
Aleppo, kota terbesar kedua setelah Ibu Kota Damaskus dikuasai kedua kubu, yakni kubu rezim Presiden Assad dan kubu pemberontak atau oposisi Suriah. Namun, Presiden Assad bertekad untuk mengambil kontrol penuh atas wilayah Aleppo, yang menjadi kota terpadat di Suriah sebelum perang saudara pecah.
”Kami sekarang telah menguasai penuh wilayah Ramousah. Kami berada di parit kami, tapi ada serangan udara gila yang belum pernah terjadi sebelumnya. Rezim menggunakan bom cluster,” kata Abu al-Hasanien, seorang komandan senior Fateh Halab, yang merupakan bagian dari koalisi kelompok pemberontak moderat di Aleppo, seperti dikutip Reuters, Senin (8/8/2016).
Sementara itu, media pro-rezim Suriah meremehkan keberhasilan pemberontak Suriah yang berhasil menerobos pengepungan. Media itu dalam laporannya mengklaim tentara Suriah telah membuat kelompok pemberontak menarik diri dari beberapa daerah yang baru-baru ini mereka rebut.
Militer Suriah belum memberikan komentar soal klaim keberhasilan pemberontak menerobos pengepungan dan serangan balasan dengan jet-jet tempur di Aleppo.
(mas)