Acuhkan Ancaman Korut, AS-Korsel Tetap Gelar Latihan Perang
Minggu, 31 Juli 2016 - 16:42 WIB
Acuhkan Ancaman Korut, AS-Korsel Tetap Gelar Latihan Perang
A
A
A
JOHOR BARU - Sekretaris Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Eric Fanning mengatakan, latihan perang tahunan antara AS dan Korea Selatan (Korsel) akan tetap dilakukan. Sebelumnya Korea Utara (Korut) telah menyatakan siap untuk berperang jika latihan tersebut tetap dilakukan.
Fanning, yang berada di Malaysia sebagai bagian dari tur regional, mengatakan AS dan Korsel telah melakukan latihan perang selama beberapa dekade. Latihan ini, kata Fanning, berkontribusi pada stabilitas.
"Latihan perang ini untuk melanjutkan seperti yang telah direncanakan. Kami telah melakukan latihan dengan Korsel dan dengan banyak latihan di wilayah ini selama beberapa dekade. Latihan itu bagian dari stabilitas yang telah kita lihat sejak Perang Dunia II," kata Fanning dikutip dari ABC News, Minggu (31/7/2016).
Meskipun berencana akan menurunkan tentara dalam jumlah besar, Fanning mengatakan AS telah meningkatkan kehadirannya di Asia Pasifik. Hal ini mencerminkan komitmen AS untuk wilayah tersebut. Jumlah tentara dan pekerja sipil militer AS di kawasan Pasifik telah meningkat hingga lebih dari 100 ribu dari 70 ribu tahun lalu.
"Jenis-jenis hubungan yang kita miliki dengan tentara di Pasifik benar-benar membantu, saya pikir, menjaga hal-hal yang stabil di bagian dunia. Kami menilai latihan ini menjadi sangat penting, sangat bermanfaat dan membangun hubungan yang bertahan generasi," katanya.
Fanning, yang berada di Malaysia sebagai bagian dari tur regional, mengatakan AS dan Korsel telah melakukan latihan perang selama beberapa dekade. Latihan ini, kata Fanning, berkontribusi pada stabilitas.
"Latihan perang ini untuk melanjutkan seperti yang telah direncanakan. Kami telah melakukan latihan dengan Korsel dan dengan banyak latihan di wilayah ini selama beberapa dekade. Latihan itu bagian dari stabilitas yang telah kita lihat sejak Perang Dunia II," kata Fanning dikutip dari ABC News, Minggu (31/7/2016).
Meskipun berencana akan menurunkan tentara dalam jumlah besar, Fanning mengatakan AS telah meningkatkan kehadirannya di Asia Pasifik. Hal ini mencerminkan komitmen AS untuk wilayah tersebut. Jumlah tentara dan pekerja sipil militer AS di kawasan Pasifik telah meningkat hingga lebih dari 100 ribu dari 70 ribu tahun lalu.
"Jenis-jenis hubungan yang kita miliki dengan tentara di Pasifik benar-benar membantu, saya pikir, menjaga hal-hal yang stabil di bagian dunia. Kami menilai latihan ini menjadi sangat penting, sangat bermanfaat dan membangun hubungan yang bertahan generasi," katanya.
(ian)