Jika Menang, Donald Trump Bisa Bersihkan Semua Antek Obama
Rabu, 20 Juli 2016 - 09:30 WIB
Jika Menang, Donald Trump Bisa Bersihkan Semua Antek Obama
A
A
A
CLEVELAND - Donald Trump yang resmi menjadi calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik bisa membersihkan pemerintah dari seluruh pejabat “antek” Barack Obama jika dia menang Pemilu Presiden November nanti. Trump bisa melakukan itu dengan meminta Kongres meloloskan UU terkait.
Hal itu disampaikan sekutu Donald Trump, Chris Christie, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur New Jersey. Menurutnya, jika Trump menang Pemilu Presiden, pekerjaan untuk memecat pekerja publik yang ditunjuk Obama dan Partai Demokrat merupakan hal mudah.
Baca:
Donald Trump Akhirnya Capres AS dari Partai Republik
Christie telah menjadi pemimpin tim transisi Gedung Putih kubu Donald Trump. Dia mengatakan, kampanye menyusun daftar karyawan pemerintah federal untuk disingkirkan akan dilakukan bila Trump mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat; Hillary Clinton.
”Seperti yang Anda ketahui dari karir yang lain, Donald suka memecat orang,” kata Christie dalam pertemuan tertutup dengan puluhan donor di Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, menurut sebuah rekaman audio yang diperoleh Reuters dan dua peserta dalam konvensi tersebut, yang dirilis Rabu (20/7/2016).
Timp kampanye Trump tidak menanggapi permintaan komentar terkait bocoran komentar Christie.
”Salah satu hal yang saya telah sarankan kepada Donald adalah bahwa kita harus segera meminta Kongres Partai Republik untuk mengubah undang-undang layanan sipil. Karena jika mereka melakukannya, itu akan membuat lebih mudah untuk memecat orang-orang,” kata Christie dalam rekaman itu.
Menurutnya, menyingkirkan pegawai negeri sipil (PNS) adalah hal rumit dan memakan waktu.
Pihak Federasi Pegawai Pemerintah Amerika yang merupakan serikat pegawai federal terbesar di AS belum merespons manuver kubu Donald Trump yang ingin membersihkan semua “antek” Obama.
Christie juga mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa perombakan kepemimpinan di Badan Perlindungan Lingkungan akan menjadi prioritas utama bagi Trump bila menang Pemilu Presiden.
Meski siap-siap melakukan pembersihan di Pemerintah AS, Christie menolak menyebutkan nama calon anggota kabinet kubu Trump. Dia mengatakan bahwa Trump belum siap untuk melakukan hal itu.
Hal itu disampaikan sekutu Donald Trump, Chris Christie, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur New Jersey. Menurutnya, jika Trump menang Pemilu Presiden, pekerjaan untuk memecat pekerja publik yang ditunjuk Obama dan Partai Demokrat merupakan hal mudah.
Baca:
Donald Trump Akhirnya Capres AS dari Partai Republik
Christie telah menjadi pemimpin tim transisi Gedung Putih kubu Donald Trump. Dia mengatakan, kampanye menyusun daftar karyawan pemerintah federal untuk disingkirkan akan dilakukan bila Trump mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat; Hillary Clinton.
”Seperti yang Anda ketahui dari karir yang lain, Donald suka memecat orang,” kata Christie dalam pertemuan tertutup dengan puluhan donor di Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, menurut sebuah rekaman audio yang diperoleh Reuters dan dua peserta dalam konvensi tersebut, yang dirilis Rabu (20/7/2016).
Timp kampanye Trump tidak menanggapi permintaan komentar terkait bocoran komentar Christie.
”Salah satu hal yang saya telah sarankan kepada Donald adalah bahwa kita harus segera meminta Kongres Partai Republik untuk mengubah undang-undang layanan sipil. Karena jika mereka melakukannya, itu akan membuat lebih mudah untuk memecat orang-orang,” kata Christie dalam rekaman itu.
Menurutnya, menyingkirkan pegawai negeri sipil (PNS) adalah hal rumit dan memakan waktu.
Pihak Federasi Pegawai Pemerintah Amerika yang merupakan serikat pegawai federal terbesar di AS belum merespons manuver kubu Donald Trump yang ingin membersihkan semua “antek” Obama.
Christie juga mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa perombakan kepemimpinan di Badan Perlindungan Lingkungan akan menjadi prioritas utama bagi Trump bila menang Pemilu Presiden.
Meski siap-siap melakukan pembersihan di Pemerintah AS, Christie menolak menyebutkan nama calon anggota kabinet kubu Trump. Dia mengatakan bahwa Trump belum siap untuk melakukan hal itu.
(mas)