Menguat, Desakan Agar PM Inggris Memulai Negosiasi Brexit
Kamis, 14 Juli 2016 - 19:55 WIB
Menguat, Desakan Agar PM Inggris Memulai Negosiasi Brexit
A
A
A
BRUSSELS - Para pemimpin Eropa mendesak Perdana Menteri baru Inggris, Theresa May, untuk memulai proses negosiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE).
Presiden UE, Donald Tusk adalah orang pertama yang mengucapkan selamat kepada May, setelah ia terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris pasca mundurnya David Cameron. Tusk mengatakan, ia melihat sebuah masa depan dari hubungan yang manis dengan mantan Menteri Dalam Negeri itu.
Sementara Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mendesak May untuk tidak menunda dimulainya pembicaraan Brexit. "Hasil suara referendum untuk meninggalkan UE telah menciptakan situasi baru yang Inggris dan UE harus mengatasinya segera," kata Jucker.
Presiden Parlemen Eropa, Martim Schulz, juga mengungkapkan hal serupa. "Masalah kepemimpinan sudah selesai, sekarang saya berharap kita bekerja dengan cepat untuk memberikan kepastian," katanya seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (14/7/2016).
Desakan juga datang dari Presiden Prancis, Francois Hollande, yang meminta May untuk tidak menunda proses negosiasi. "Hollande menegaskan kembali keinginannya untuk negosiasi terhadap keluarnya Inggris dari UE yang akan dilaksanakan sesegera mungkin," bunyi pernyataan kantor kepresidenan Prancis setelah kedua pemimpin berbicara melalui telepon.
Sedangkan Perdana Menteri Belgia Charles Michel memohon agar prosedur Brexit cepat dilakukan setelah tiga minggu dilanda gejolak keuangan dan politik yang dipicu referendum. "Kita tidak bisa bertahan dalam ketidakpastian jangka panjang," katanya.
Presiden UE, Donald Tusk adalah orang pertama yang mengucapkan selamat kepada May, setelah ia terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris pasca mundurnya David Cameron. Tusk mengatakan, ia melihat sebuah masa depan dari hubungan yang manis dengan mantan Menteri Dalam Negeri itu.
Sementara Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mendesak May untuk tidak menunda dimulainya pembicaraan Brexit. "Hasil suara referendum untuk meninggalkan UE telah menciptakan situasi baru yang Inggris dan UE harus mengatasinya segera," kata Jucker.
Presiden Parlemen Eropa, Martim Schulz, juga mengungkapkan hal serupa. "Masalah kepemimpinan sudah selesai, sekarang saya berharap kita bekerja dengan cepat untuk memberikan kepastian," katanya seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (14/7/2016).
Desakan juga datang dari Presiden Prancis, Francois Hollande, yang meminta May untuk tidak menunda proses negosiasi. "Hollande menegaskan kembali keinginannya untuk negosiasi terhadap keluarnya Inggris dari UE yang akan dilaksanakan sesegera mungkin," bunyi pernyataan kantor kepresidenan Prancis setelah kedua pemimpin berbicara melalui telepon.
Sedangkan Perdana Menteri Belgia Charles Michel memohon agar prosedur Brexit cepat dilakukan setelah tiga minggu dilanda gejolak keuangan dan politik yang dipicu referendum. "Kita tidak bisa bertahan dalam ketidakpastian jangka panjang," katanya.
(ian)