Drama Penyanderaan di Bangladesh Berakhir, 6 Penyerang Tewas
Sabtu, 02 Juli 2016 - 16:33 WIB
Drama Penyanderaan di Bangladesh Berakhir, 6 Penyerang Tewas
A
A
A
DHAKA - Pejabat keamanan Bangladesh mengatakan, 6 pria bersenjata yang melakukan penyerangan terhadap sebuah restoran di ibukota Bangladesh, Dhaka, tewas. Sedangkan 13 sandera, termasuk 3 warga asing, berhasil diselamatkan dalam operasi pembebasan.
Para sandera berhasil dibebaskan setelah ditahan selama 10 jam di restoran Holey Artisan Bakery di distrik Gulshan Dhaka. Baku tembak yang sengit pecah setelah tentara Bangladesh bersama polisi menyerbu restoran tersebut. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, seperti dikutip dari laman Mirror, Sabtu (2/7/2016).
Polisi menyerbu restoran setelah ISIS memposting foto yang diklaim sebagai warga asing yang tewas akibat serangan itu. Salah seorang sandera, diyakini berkewarganegaraan Jepang, berhasil melarikan diri. Polisi mengatakan, dua perwira tewas dan 40 orang mengalami luka-luka.
Sejumlah warga asing juga turut menjadi korban penyanderaan. Duta besar Italia Mario Palma menyatakan, diyakini ada 7 warga Italia di dalam restoran tersebut. Sedangkan juru bicara pemerintah Jepang mengaku sedang menyelidiki laporan bahwa beberapa warganya berada di antara para sandera.
Para sandera berhasil dibebaskan setelah ditahan selama 10 jam di restoran Holey Artisan Bakery di distrik Gulshan Dhaka. Baku tembak yang sengit pecah setelah tentara Bangladesh bersama polisi menyerbu restoran tersebut. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, seperti dikutip dari laman Mirror, Sabtu (2/7/2016).
Polisi menyerbu restoran setelah ISIS memposting foto yang diklaim sebagai warga asing yang tewas akibat serangan itu. Salah seorang sandera, diyakini berkewarganegaraan Jepang, berhasil melarikan diri. Polisi mengatakan, dua perwira tewas dan 40 orang mengalami luka-luka.
Sejumlah warga asing juga turut menjadi korban penyanderaan. Duta besar Italia Mario Palma menyatakan, diyakini ada 7 warga Italia di dalam restoran tersebut. Sedangkan juru bicara pemerintah Jepang mengaku sedang menyelidiki laporan bahwa beberapa warganya berada di antara para sandera.
(ian)