Kedubes Inggris di Jakarta Bersiap Sambut Brexit

Selasa, 21 Juni 2016 - 01:23 WIB
Kedubes Inggris di Jakarta...
Kedubes Inggris di Jakarta Bersiap Sambut Brexit
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar Inggris di Indonesia turut disibukan dengan persiapan referendum mengenai posisi Inggris di Uni Eropa (UE), atau yang dikenal Brexit. Referendum itu dijadwalkan akan digelar tanggal 23 Juni mendatang.

"Ada sedikit persiapan di sini juga, karena semua warga Inggris yang tinggal dimanapun bisa mengikuti referendum. Jadi, semua orang bisa memberikan suaranya," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik pada Senin (20/6).

Moazzam juga mengatakan, ada dua cara bagi warga Inggris di luar Inggris untuk bisa memberikan suaranya dalam referendum tersebut. Yakni melalui postal vodet atau melalui proxy vote.

"Ada beberapa cara untuk memberikan suara, ada postal vote atau proxy vote. Maksudnya proxy vote adalah pemilik hak suara bisa meminta salah satu saudara atau teman untuk mewakilinya dalam memberikan suara. Sedangkan Postal vote maksudnya memberikan suara dengan cara mengirimkannya lewat pos," jelasnya.

"Secara pribadi saya akan menggunakan proxy vote, saya telah meminta kepada teman saya untuk memberikan suara di Inggris. Tapi, saya tidak bisa katakan pilihan saya. Ada beberapa persiapan dan dalam beberapa minggu terakhir kami terus mendorong warga Inggris yang tinggal di Indonesia untuk memberikan suaranya, karena pemilihan ini sangat ketat. Dampaknya sangat besar untuk jangka panjang, jadi harapan kami adalah semua warga Inggris menggunakan hak suaranya," lanjutnya.

Ketika disinggung apakah referendum ini akan memberikan dampak bagi Inggris, terlepas dari hasilnya kelak, ia mengatakan pasti ada dampaknya, baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang.

"Kalau hasilnya untuk tetap di UE, mungkin dampaknya tidak besar secara jangka pendek. Tapi, saya kira masih ada beberapa dampak karena perdebatannya antara pihak yang tetap dan yang mau keluar sangat ketat. Jadi, kalau sesudah referendum mungkin diperlukan penghentikan perbedaan untuk menenangkan situasi," ucapnya.

"Jika pilihannya keluar dari UE, dampaknya cukup besar, tapi tidak langsung. Sebab, akan perlu waktu bernegosiasi dengan UE, bagaimana cara keluar dari UE secara baik dan benar. Tidak ada contohnya, karena ini mungkin menjadi yang pertama," pungkas Moazzam.
(esn)
Berita Terkait
Kunjungan Menlu Inggris...
Kunjungan Menlu Inggris ke Indonesia
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Kelahiran Bayi Badak...
Kelahiran Bayi Badak di Kebun Binatang Chester Inggris
50 Juta Vaksin Asal...
50 Juta Vaksin Asal Inggris Dipesan Pemerintah Indonesia
Satu Juta Vaksin Astrazeneca...
Satu Juta Vaksin Astrazeneca Tiba di Indonesia
Tim Bulutangkis Indonesia...
Tim Bulutangkis Indonesia Dipastikan Pulang Lebih Cepat
Berita Terkini
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
4 menit yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
41 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
1 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
8 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved