Kanada Diancam Jika Tak Beli Jet Tempur F-35 AS

Jum'at, 17 Juni 2016 - 10:02 WIB
Kanada Diancam Jika...
Kanada Diancam Jika Tak Beli Jet Tempur F-35 AS
A A A
TORONTO - Kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin mengancam Kanada, salah satu negara berdaulat yang kuat di dunia, jika negara itu tidak berkomitmen untuk membeli pesawat jet tempur F-35.

Lockheed mengancam akan membuat ekonomi Kanada berada dalam bahaya. Salah satunya, 10 ribu pekerjaan akan hilang dari Kanada.

Ancaman itu dikeluarkan Lockheed beberapa hari lalu. Ancaman ini menyusul sikap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau yang meragukan kemampuann armada tempur Super Hornet Boeing kebanggaan Amerika itu.

”F-35 tidak bekerja dan jauh dari bekerja,” kata Perdana Menteri Justin Trudeau dalam debat di parlemen 7 Juni 2016 soal polemik rencana pembelian jet tempur F-35 AS.

Proyek pesawat jet tempur F-35 telah menelan biaya Pentagon lebih dari USD1,5 triliun. Meskipun harganya sangat mahal, jet tempur ini menuai kritik karena mengalami gangguan pada perangkat lunak.

Jet tempur canggih AS yang harganya melebihi dari nilai produk domestik bruto Kanada tidak akan menghadapi tes operasional awal dan evaluasi (IOT & E) sampai pertengahan 2018. Hal ini terungkap dari laporan Pentagon.

Karena keterlambatan ini, Lockheed Martin tidak akan menyelesaikan produksi armada F-35 sampai 2019 dan pesawat tempur ini kemungkinan tidak siap tempur sampai akhir 2021.

Kendati demikian, Lockheed Martin berusaha untuk menyesatkan publik tentang realitas fiskal dan medan terkait pesawat tempur yang sangat mahal itu dengan melakukan tur publisitas di televisi Kanada selama akhir pekan. Perusahaan AS itu mengancam Kanada dengan merusak ekonomi negara tersebut.

”Saya tidak ingin ini dianggap sebagai ancaman, tapi kami akan punya pilihan: Jika Kanada berjalan pergi dari (pembelian) F-35, (maka) berharaplah untuk pindah kerja dari Kanada ke negara pembeli lainnya,” kata Steve Over, Direktur Lockheed untuk internal bisnis F-35 kepada Canadian Broadcasting Corporation.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kanada, Jordan Owens, mengecam upaya intimidasi itu. Dia menegaskan bahwa Kanada akan memutuskan membeli jet tempur berdasarkan kebutuhan keamanan.

”Meskipun keinginan Lockheed untuk mengirim juru bicara dari Texas ke Ottawa untuk permainan skenario hipotetis di media, Kanada tetap menjadi anggota dari program Joint Strike Fighter,” kata Owens, seperti dikutip sputniknews, Jumat (17/6/2016).

Program Joint Strike Fighter adalah pengembangan dan akuisisi aliansi dari AS, Inggris, Turki, Italia, Australia, Belanda dan Kanada, di mana negara-negara anggota memilih F-35 Lightning II untuk menggantikan berbagai pesawat taktis.
(mas)
Berita Terkait
Diaspora di Amerika...
Diaspora di Amerika Serikat dan Kanada Canangkan Bulan Ganjar
Ganjar-Mahfud Menang...
Ganjar-Mahfud Menang Telak di Amerika Serikat dan Kanada
Kebakaran Hutan di Kanada...
Kebakaran Hutan di Kanada Perburuk Kualitas Udara di Amerika Serikat
Diaspora di Amerika...
Diaspora di Amerika Serikat dan Kanada Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
Lebih dari 1.000 Orang...
Lebih dari 1.000 Orang di AS dan Kanada Terinfeksi Bakteri Salmonella
FBI Temukan Surat Beracun...
FBI Temukan Surat Beracun yang Dikirim ke Gedung Putih
Berita Terkini
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
1 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
2 jam yang lalu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
3 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
5 jam yang lalu
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved