Rusia Tuding AS Ingin Manfaatkan Al-Nusra untuk Gulingkan Assad
Kamis, 16 Juni 2016 - 22:31 WIB
Rusia Tuding AS Ingin Manfaatkan Al-Nusra untuk Gulingkan Assad
A
A
A
ST. PETERSBURG - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, Amerika Serikat (AS) tampaknya ingin menggunakan kelompok teroris Front al-Nusra untuk tetap berada di Suriah dan menggunakannya untuk mencapai tujuannya sendiri.
"AS sekarang mengatakan bahwa tidak dapat menghilangkan anggota oposisi dari posisi yang dikuasai Front al-Nusra dan mereka mengaku membutuhkan waktu dua tiga bulan," kata Lavrov seperti dikutip Sputnik, Kamis (16/6/2016).
"Saya mempunyai kesan bahwa ada permainan di sini dan mereka mungkin ingin menjaga Front al-Nusra dalam beberapa bentuk dan kemudian menggunakannya untuk menggulingkan rezim Assad," sambungnya.
Sebelumnya, Washington meminta Moskow untuk mengarahkan serangan udaranya hanya kepada Front al-Nusra dan menahan diri dari menargetkan kelompok pemberontak moderat yang bekerja sama dengan cabang Al-Qaeda di Suriah itu.
AS dan Rusia sendiri telah menyepakati gencatan senjata di Suriah yang mulai berlaku di seluruh Suriah pada 27 Februari lalu. Namun, gencatan senjata ini tidak berlaku untuk organisasi teroris seperti Front al-Nusra dan ISIS.
"AS sekarang mengatakan bahwa tidak dapat menghilangkan anggota oposisi dari posisi yang dikuasai Front al-Nusra dan mereka mengaku membutuhkan waktu dua tiga bulan," kata Lavrov seperti dikutip Sputnik, Kamis (16/6/2016).
"Saya mempunyai kesan bahwa ada permainan di sini dan mereka mungkin ingin menjaga Front al-Nusra dalam beberapa bentuk dan kemudian menggunakannya untuk menggulingkan rezim Assad," sambungnya.
Sebelumnya, Washington meminta Moskow untuk mengarahkan serangan udaranya hanya kepada Front al-Nusra dan menahan diri dari menargetkan kelompok pemberontak moderat yang bekerja sama dengan cabang Al-Qaeda di Suriah itu.
AS dan Rusia sendiri telah menyepakati gencatan senjata di Suriah yang mulai berlaku di seluruh Suriah pada 27 Februari lalu. Namun, gencatan senjata ini tidak berlaku untuk organisasi teroris seperti Front al-Nusra dan ISIS.
(ian)