Pantau ISIS di Internet, Intelijen Spanyol Rekrut 500 Agen
Sabtu, 11 Juni 2016 - 22:14 WIB
Pantau ISIS di Internet, Intelijen Spanyol Rekrut 500 Agen
A
A
A
MADRID - Badan intelijen Spanyol, CNI, berniat merekrut 500 agen tambahan untuk melawan ancaman ISIS. Mereka akan memata-matai dugaan aksi jihad online, propaganda, dan melacak perekrutan.
"Agen baru harus mempunyai spesialisasi dalam matematika, telekomunikasi, dan komputer," kata Kepala CNI, Felix Sanz Roldan. Menurutnya, keterampilan mereka diperlukan untuk melawan jurus baru terorisme yang menggunakan teknologi, seperti yang dipraktekan ISIS, seperti dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (11/6/2016).
Roldan mengungkapkan, saat ini CNI menganggap kelompok jihad sebagai ancaman serius bagi Spanyol, melebihi ekstremis domestik, seperti kelompok separatis Basque, ETA.
Roldan juga mengatakan, Spanyol telah bekerjasama dengan badan intelijen dari negara-negara lain dan menegaskan pasukan anti ISIS yang akan menang. Namun, ia menambahkan bahwa untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan waktu yang lama.
Sementara itu, Sekretaris Negara Spanyol untuk Keamanan Francisco Martinez Vazquez mengatakan, diperkirakan 170 warga Spanyol telah bergabung dengan kelompok ISIS. Dari jumlah itu, 20 orang dari mereka telah kembali, baik dalam status tahanan atau berada dalam pengawasan.
"Agen baru harus mempunyai spesialisasi dalam matematika, telekomunikasi, dan komputer," kata Kepala CNI, Felix Sanz Roldan. Menurutnya, keterampilan mereka diperlukan untuk melawan jurus baru terorisme yang menggunakan teknologi, seperti yang dipraktekan ISIS, seperti dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (11/6/2016).
Roldan mengungkapkan, saat ini CNI menganggap kelompok jihad sebagai ancaman serius bagi Spanyol, melebihi ekstremis domestik, seperti kelompok separatis Basque, ETA.
Roldan juga mengatakan, Spanyol telah bekerjasama dengan badan intelijen dari negara-negara lain dan menegaskan pasukan anti ISIS yang akan menang. Namun, ia menambahkan bahwa untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan waktu yang lama.
Sementara itu, Sekretaris Negara Spanyol untuk Keamanan Francisco Martinez Vazquez mengatakan, diperkirakan 170 warga Spanyol telah bergabung dengan kelompok ISIS. Dari jumlah itu, 20 orang dari mereka telah kembali, baik dalam status tahanan atau berada dalam pengawasan.
(ian)