Ini Alasan Filipina Tolak Dialog dengan China Soal LCS
Jum'at, 10 Juni 2016 - 20:20 WIB
Ini Alasan Filipina Tolak Dialog dengan China Soal LCS
A
A
A
MANILA - Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay mengungkapkan alasan Filipina menolak ajakan dialog China terkait permasalahan Laut China Selatan (LCS). Ia menyatakan, Manila tidak akan menggelar pembicaraan bilateral dengan Beijing sampai ada keputusan pengadilan internasional terkait LCS.
"Kita seharusnya tidak menggelar pembicaraan bilateral sampai saat kita mendengar, atau menunggu, hasil keputusan sidang arbitrase keluar," kata Yasay dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2016).
Pernyataan Yasay ini mengikuti saran dari mantan menteri luar negeri Filipina dan seorang ahli keamanan Amerika Serikat (AS) untuk Presiden Rodrigo Duterte. Mereka menyarankan untuk tidak mengadakan pembicaraan bilateral tanpa syarat dengan China guna menyelesaikan sengketa.
China sebelumnya mengatakan, Filipina telah mengabaikan proposal mekanisme pembicaraan bilateral atas masalah maritim. Pernyataan ini mengulangi kebijakan Beijing yang menyatakan pintunya selalu terbuka untuk pembicaraan bilateral dengan Manila.
Filipina telah membawa kasus di LCS ke pengadilan internasional di Den Haag, Belanda. Kebijakan ini ditentang oleh China yang menginginkan memecahkan masalah lewat jalur bilateral. China bahkan menegaskan akan menolak apapun hasil keputusan pengadilan internasional.
(Baca juga: Filipina Abaikan Tawaran China Duduk Satu Meja Bahas LCS)
"Kita seharusnya tidak menggelar pembicaraan bilateral sampai saat kita mendengar, atau menunggu, hasil keputusan sidang arbitrase keluar," kata Yasay dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2016).
Pernyataan Yasay ini mengikuti saran dari mantan menteri luar negeri Filipina dan seorang ahli keamanan Amerika Serikat (AS) untuk Presiden Rodrigo Duterte. Mereka menyarankan untuk tidak mengadakan pembicaraan bilateral tanpa syarat dengan China guna menyelesaikan sengketa.
China sebelumnya mengatakan, Filipina telah mengabaikan proposal mekanisme pembicaraan bilateral atas masalah maritim. Pernyataan ini mengulangi kebijakan Beijing yang menyatakan pintunya selalu terbuka untuk pembicaraan bilateral dengan Manila.
Filipina telah membawa kasus di LCS ke pengadilan internasional di Den Haag, Belanda. Kebijakan ini ditentang oleh China yang menginginkan memecahkan masalah lewat jalur bilateral. China bahkan menegaskan akan menolak apapun hasil keputusan pengadilan internasional.
(Baca juga: Filipina Abaikan Tawaran China Duduk Satu Meja Bahas LCS)
(ian)