Tanpa Israel dan Palestina, Pembicaraan Damai Timur Tengah Dimulai
Jum'at, 03 Juni 2016 - 17:43 WIB
Tanpa Israel dan Palestina, Pembicaraan Damai Timur Tengah Dimulai
A
A
A
PARIS - Sejumlah diplomat dan pejabat tinggi dari Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Arab bertemu di Paris untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Timur Tengah yang diinisiasi oleh Rusia. Pertemuan ini tidak dihadiri oleh utusan Israel dan Palestina.
Prancis telah mengundang Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan menteri luar negeri dari hampir 30 negara serta organisasi internasional untuk bergabung dalam pertemuan ini.
Seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (3/6/2016), Kerry dan Ki-moon akan bergabung dengan perwakilan dari Uni Eropa, Liga Arab dan negara-negara kunci di kawasan macam Mesir, Arab Saudi, dan Yordania. Mereka akan bergabung dalam pertemuan untuk mencegah eskalasi kekerasan.
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault kepada surat kabar Le Monde mengatakan, diharapkan ada dua hasil dalam pertemuan ini. Pertama, prospek konferensi perdamaian Israel-Palestina pada akhir tahun.
Kedua, pembentukan kelompok kerja untuk mempersiapkan potensi pembicaraan langsung. Kelompok kerja ini akan fokus pada insentif ekonomi dan jaminan keamanan yang bisa membantu meyakinkan kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan.
Terkait isu utama yang menjadi pemicu konflik, tidak akan dibahas dalam konferensi pada hari ini.
Prancis telah mengundang Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan menteri luar negeri dari hampir 30 negara serta organisasi internasional untuk bergabung dalam pertemuan ini.
Seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (3/6/2016), Kerry dan Ki-moon akan bergabung dengan perwakilan dari Uni Eropa, Liga Arab dan negara-negara kunci di kawasan macam Mesir, Arab Saudi, dan Yordania. Mereka akan bergabung dalam pertemuan untuk mencegah eskalasi kekerasan.
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault kepada surat kabar Le Monde mengatakan, diharapkan ada dua hasil dalam pertemuan ini. Pertama, prospek konferensi perdamaian Israel-Palestina pada akhir tahun.
Kedua, pembentukan kelompok kerja untuk mempersiapkan potensi pembicaraan langsung. Kelompok kerja ini akan fokus pada insentif ekonomi dan jaminan keamanan yang bisa membantu meyakinkan kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan.
Terkait isu utama yang menjadi pemicu konflik, tidak akan dibahas dalam konferensi pada hari ini.
(ian)