Negara Afrika Peringati 53 Tahun Berdirinya Uni Afrika

Rabu, 25 Mei 2016 - 16:13 WIB
Negara Afrika Peringati...
Negara Afrika Peringati 53 Tahun Berdirinya Uni Afrika
A A A
JAKARTA - Negara-negara di hampir seluruh benua Afrika saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memperintati 53 tahun berdirinya Uni Afrika (UA). UA terbentuk pada tanggal 25 Mei 1963, dan pada awalnya bernama Organisasi Persatuan Afrika.

"25 Mei 1963 menandai terbentuknya Organisasi Persatuan Afrika yang merupakan cikal bakal UA. Sekitar 53 tahun lalu, para pendiri UA menunjukan tekad besar dan tujuan bersama untuk membawa dunia melawan kolonialisme dan apartheid," kata Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia, Pakamisa Augustine Sifuba pada Rabu (25/5).

"Hari yang bersejarah ini, yang mana dirayakan setiap tahunnya oleh warga Afrika, baik di Afrika ataupun di seluruh dunia, menunjukan perkembangan yang bangsa Afrika telah buat, dan juga menunjukan tantangan umum yang kami hadapi. Peringatan ini juga harus dijadikan kesempatan untuk kembali meningkatkan persatuan Afrika dan untuk kembali menggaungkan peran Afrika di dunia internasional," ucapnya.

Dirinya menuturkan, saat ini Afrika sudah sangat berkembang. Sifuba menyebut organisasi sipil di Afrika saat ini terus berkembang, kebebasan pers semakin meluas, komite pemilihan umum sudah terbentuk, dan sudah berjalan saat ini.

Sementara itu, terkait hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika, dirinya menyatakan bahwa hubungan kedua belah pihak sudah terjalin sangat lama. Hubungan kedua pihak sudah terjalin sejak sebelum Indonesia merdeka, dan mulai mengalami peningkatan signifikan paska digelarnya Konferensi Asia Afrika pertama tahun 1955 lalu.

Sifuba menambahkan, hubungan bisnis antara kedua belah pihak juga terus berkembang. Saat ini sudah mulai banyak perusahaan Indonesia yang membuka usahanya di sejumlah negara di kawasan Afrika.

"Dari sisi multilateral, Afrika dan Indonesia harus berkomitmen membangun dialog dan konsultasi. Kedua belah pihak harus berkerja bersama-sama untuk mempromosikan dan memperkuat kerjasama selatan-selatan melalui kerjasam triangular. Kedua pihak harus bekerjasama menghadapi masalah terbaru dan pertanyaan yang terus berkembang, seperti upaya melawan terorisme, kerjasama kemanan, kesehatan, dan lain sebagainya," imbuhnya.
(esn)
Berita Terkait
4 Alasan Neokolonialisme...
4 Alasan Neokolonialisme Barat di Afrika Hancur, Salah Satunya Membeli Uranium dengan Harga Murah
Rusia Akan Kirim Pupuk...
Rusia Akan Kirim Pupuk Gratis ke Negara-negara Afrika
5 Alasan Konflik ECOWAS...
5 Alasan Konflik ECOWAS Bisa Memicu Perang Baru di Afrika
Agama Warga Negara Guinea...
Agama Warga Negara Guinea dan Persentasenya
Presiden Tertua di Dunia...
Presiden Tertua di Dunia Ini Kembali Calonkan Diri
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
1 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
2 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
2 jam yang lalu
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
3 jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved