Diprediksi Bakal Perang Nuklir Lawan Rusia 2017, Inggris Marah
Sabtu, 21 Mei 2016 - 13:26 WIB
Diprediksi Bakal Perang Nuklir Lawan Rusia 2017, Inggris Marah
A
A
A
BRUSSELS - Pemerintah Inggris marah atas tindakan mantan jenderal militernya yang memprediksi bahwa Inggris akan perang nuklir dengan Rusia pada 2017 di Baltik.
Kemarahan Inggris ini disampaikan Menteri Luar Negeri Philip Hammond. Mantan jenderal Inggris yang meramalkan perang nuklir melawan Rusia itu adalah pensiunan Jenderal Sir Richard Shirreff; Wakil Panglima Tertinggi NATO untuk Eropa periode 2011-2014.
Hammond mengatakan Shirreff bersalah karena “perilakunya agak mengganggu”. Menurut Hammond, mantan jenderal ini membuat klaim hanya demi menghasilkan uang.
Baca juga:
Eks Jenderal NATO Prediksi Perang Nuklir Lawan Rusia Pecah 2017
Menurut Hammond, pandangan Shirreff “sangat spekulatif” pada saat Kremlin salah mengartikan kebijakan defensif NATO sebagai tindakan yang dianggap bermusuhan dengan Rusia.
”Saya menemukan perilaku yang agak mengganggu ini," katanya dalam pertemuan di markas NATO di Brussels.
”Saya tahu dia punya buku untuk dijual, dan saya sudah tidak meragukan lagi bahwa dia telah mendapat hipotek besar untuk dibayar, tapi dia adalah seorang komandan senior NATO dan ini adalah bahasa yang cukup tak bertanggung jawab,” kesal Hammond, yang dikutip dari Telegraph, Sabtu (21/5/2016).
“Ini bukan cara terbaik untuk jenis-jenis diskusi diplomatik,” lanjut Hammond.
Kremlin sendiri sedang marah terhadap NATO yang hendak merekrut Montenegro sebagai anggota baru. Menurut Hammond, Rusia sudah mengartikan rencana masuknya Montenegro ke anggota NATO sebagai “aneksasi”.
“Kita tahu bahwa NATO adalah aliansi yang murni defensif, dan kami akan terus menyampaikan pesan untuk Rusia, meskipun mereka akan terus sengaja salah menafsirkannya,” imbuh Hammond.
Kemarahan Inggris ini disampaikan Menteri Luar Negeri Philip Hammond. Mantan jenderal Inggris yang meramalkan perang nuklir melawan Rusia itu adalah pensiunan Jenderal Sir Richard Shirreff; Wakil Panglima Tertinggi NATO untuk Eropa periode 2011-2014.
Hammond mengatakan Shirreff bersalah karena “perilakunya agak mengganggu”. Menurut Hammond, mantan jenderal ini membuat klaim hanya demi menghasilkan uang.
Baca juga:
Eks Jenderal NATO Prediksi Perang Nuklir Lawan Rusia Pecah 2017
Menurut Hammond, pandangan Shirreff “sangat spekulatif” pada saat Kremlin salah mengartikan kebijakan defensif NATO sebagai tindakan yang dianggap bermusuhan dengan Rusia.
”Saya menemukan perilaku yang agak mengganggu ini," katanya dalam pertemuan di markas NATO di Brussels.
”Saya tahu dia punya buku untuk dijual, dan saya sudah tidak meragukan lagi bahwa dia telah mendapat hipotek besar untuk dibayar, tapi dia adalah seorang komandan senior NATO dan ini adalah bahasa yang cukup tak bertanggung jawab,” kesal Hammond, yang dikutip dari Telegraph, Sabtu (21/5/2016).
“Ini bukan cara terbaik untuk jenis-jenis diskusi diplomatik,” lanjut Hammond.
Kremlin sendiri sedang marah terhadap NATO yang hendak merekrut Montenegro sebagai anggota baru. Menurut Hammond, Rusia sudah mengartikan rencana masuknya Montenegro ke anggota NATO sebagai “aneksasi”.
“Kita tahu bahwa NATO adalah aliansi yang murni defensif, dan kami akan terus menyampaikan pesan untuk Rusia, meskipun mereka akan terus sengaja salah menafsirkannya,” imbuh Hammond.
(mas)