Manuver Berbahaya, Jet China Terbang 15 Meter dari Pesawat AS
Kamis, 19 Mei 2016 - 15:10 WIB
Manuver Berbahaya, Jet China Terbang 15 Meter dari Pesawat AS
A
A
A
WASHINGTON - Insiden pencegatan dua pesawat tempur China terhadap sebuah pesawat pengintai milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan menciptakan drama. Jet tempur China berjenis J-11 terbang dengan jarak 15 meter dari pesawat mata-mata AS, EP-3 Aries.
Pentagon, markas Departemen Pertahanan AS, pun mengecam hal tersebut. Pentagon menilai manuver pencegatan yang dilakukan oleh jet tempur China sangat tidak aman dan sedang melakukan peninjauan, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Kamis (19/5/2016).
Menurut seorang pejabat militer AS, dua jet tempur China bergegas mencegat pesawat mata-mata AS dan datang dengan jarak yang begitu dekat. Mereka memaksa pilot pesawat AS untuk turun beberapa ratus kaki untuk menghindari tabrakan. Pesawat AS saat itu tengah menjalankan operasi rutin di wilayah tersebut.
Pejabat itu mengatakan, insiden tersebut terjadi di bagian utara laut, sebelah selatan dari Hong Kong. Namun, pejabat itu mengaku tidak berwenang untuk membahas rincian insiden tersebut secara terbuka sehingga berbicara dengan isyarat anonim.
Insiden ini menjadi yang terbaru untuk menunjukkan meningkatnya ketegangan antara dua negara adidaya di wilayah tersebut. Pekan lalu, China mengatakan patroli AL AS di Laut Cina Selatan memerlukannya untuk meningkatkan kemampuan kontrol pertahanan di daerah pulau itu.
Pentagon, markas Departemen Pertahanan AS, pun mengecam hal tersebut. Pentagon menilai manuver pencegatan yang dilakukan oleh jet tempur China sangat tidak aman dan sedang melakukan peninjauan, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Kamis (19/5/2016).
Menurut seorang pejabat militer AS, dua jet tempur China bergegas mencegat pesawat mata-mata AS dan datang dengan jarak yang begitu dekat. Mereka memaksa pilot pesawat AS untuk turun beberapa ratus kaki untuk menghindari tabrakan. Pesawat AS saat itu tengah menjalankan operasi rutin di wilayah tersebut.
Pejabat itu mengatakan, insiden tersebut terjadi di bagian utara laut, sebelah selatan dari Hong Kong. Namun, pejabat itu mengaku tidak berwenang untuk membahas rincian insiden tersebut secara terbuka sehingga berbicara dengan isyarat anonim.
Insiden ini menjadi yang terbaru untuk menunjukkan meningkatnya ketegangan antara dua negara adidaya di wilayah tersebut. Pekan lalu, China mengatakan patroli AL AS di Laut Cina Selatan memerlukannya untuk meningkatkan kemampuan kontrol pertahanan di daerah pulau itu.
(ian)