Turki Emoh Ubah UU Anti-Terorisme

Minggu, 15 Mei 2016 - 18:40 WIB
Turki Emoh Ubah UU Anti-Terorisme
Turki Emoh Ubah UU Anti-Terorisme
A A A
ANKARA - Turki kembali mengaku tidak akan mengubah undang-undang anti-terorisme mereka. Sebelumnya, Uni Eropa (UE) meminta Turki untuk mengubah UU anti-terorisme mereka sebagai bagian dari syarat jika ingin Turki mendapatkan bebas visa dari UE.

Menurut pemerintah Turki, salah satu alasan mereka tidak akan mengubah UU anti-terorisme adalah situasi genting yang masih menyelimuti Turki. Dimana, serangan demi serangan dari kelompok milisi, seperti ISIS dan PKK masih terus menghantam negara tersebut.

Selain itu, Turki juga saat ini masih melakukan operasi militer di sekitar perbatasan dan di dalam Suriah yang berdekatan dengan wilayah perbatasan kedua negara.

"Kami kehilangan lebih dari 450 petugas keamanan dan kami beroperasi di kota-kota yang diduduki. Kami mencoba untuk membawa kembali kehidupan normal di sana dan orang yang kembali ada. Jadi dalam keadaan ini, membuat perubahan dalam UU anti-teror nampaknya tidak mungkin," kata Menteri Urusan UE, Volkan Bozkir.

"Itulah sebabnya saya meminta Dewan Sekjen Eropa untuk campur tangan, guna membantu Komisi untuk memahami bahwa sebenarnya itu bukan hukum yang buruk. Tapi satu-satunya jalan keluar adalah untuk membahas, menjelaskan dan mencari jalan keluar," sambungnya, seperti dilansir CCTV pada Minggu (15/5).

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menggunakan standar Eropa, dan mengubah UU anti-teror yang dimiliki Turki. Menurut Erdogan, standar yang dimiliki Eropa saat ini benar-benar memanjakan kelompok teror.

Undang-undang anti-terorisme di Turki sendiri memungkinkan pemerintah Turki untuk menjatuhkan tuduhan terorisme terhadap wartawan dan akademisi yang mengkritisi pemerintah.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
29 menit yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
1 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
10 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
11 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved