ISIS Bakal Gunakan Senjata Kimia untuk Pertahankan Mosul
Sabtu, 14 Mei 2016 - 19:59 WIB
ISIS Bakal Gunakan Senjata Kimia untuk Pertahankan Mosul
A
A
A
BAGHDAD - Militan ISIS berniat menggunakan senjata kimia sebagai langkah terakhir untuk mempertahankan benteng mereka di Mosul. Demikian peringatan yang dikeluarkan oleh Wakil Komandan Pasukan Internasional asal Autralia, Brigadir Jenderal Roger Noble.
Menurut Noble, ISIS bisa saja menyebarkan senjata kimia guna mencegah serangan dari tentara Irak. Tentara Irak saat ini sedang mempersiapkan serangan untuk merebut kembali kota yang selama dua tahun terakhir dikuasai oleh ISIS itu.
"Senjata kimia adalah bagian untuk menyeimbangan serangan tentara Irak dan rencana serta operasi serangan tentara Irak juga harus seimbang dengan mempertimbangkan kemungkinan ISIS menggunakan senjata kimia. Mereka harus benar-benar mempertimbangkan kemampuan musuh," katanya, seperti dikutip dari Daily Express, Sabtu (14/5/2016).
Noble juga mengaku jika ia terus mempersiapkan masker gas di samping mejanya. Ia sangat waspada akan serangan gas akut yang mungkin saja dilancarkan oleh ISIS.
"Bagi musuh, Mosul adalah lokasi yang penting. Untuk itu berarti kita harus cenderung menilai mereka akan mempertahankannya. Semakin dekat Anda dengan Mosul, itu akan sulit. Ini adalah jalan panjang dan sulit untuk merebut Mosul," katanya.
Menurut Noble, ISIS bisa saja menyebarkan senjata kimia guna mencegah serangan dari tentara Irak. Tentara Irak saat ini sedang mempersiapkan serangan untuk merebut kembali kota yang selama dua tahun terakhir dikuasai oleh ISIS itu.
"Senjata kimia adalah bagian untuk menyeimbangan serangan tentara Irak dan rencana serta operasi serangan tentara Irak juga harus seimbang dengan mempertimbangkan kemungkinan ISIS menggunakan senjata kimia. Mereka harus benar-benar mempertimbangkan kemampuan musuh," katanya, seperti dikutip dari Daily Express, Sabtu (14/5/2016).
Noble juga mengaku jika ia terus mempersiapkan masker gas di samping mejanya. Ia sangat waspada akan serangan gas akut yang mungkin saja dilancarkan oleh ISIS.
"Bagi musuh, Mosul adalah lokasi yang penting. Untuk itu berarti kita harus cenderung menilai mereka akan mempertahankannya. Semakin dekat Anda dengan Mosul, itu akan sulit. Ini adalah jalan panjang dan sulit untuk merebut Mosul," katanya.
(ian)