Korut Diduga Retas Situs Pemasok Alat Pertahanan Korsel
Jum'at, 13 Mei 2016 - 23:03 WIB
Korut Diduga Retas Situs Pemasok Alat Pertahanan Korsel
A
A
A
SEOUL - Militer Korea Selatan menggelar penyelidikan terhadap dugaan upaya peretasan oleh negara tetangganya, Korea Utara (Korut), terhadap situs pemasok lokal alat-alat pertahanan Seoul.
"Kami tengah mempelajari email yang tidak diketahui menyamar sebagai orang-orang dari lembaga pengadaan alat-alat pertahanan yang dikirim ke pemasok loka dan lembaga perdagangan senjata," ujar sebuah sumber resmi kepada kantor berita Yonhap.
Email tersebut meminta perusahaan untuk bergabung dalam survei subsidi pemerintah yang akan ditawarkan untuk membantu produsen pertahanan ambil bagian dalam pameran pertahanan seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (13/5/2016).
Sumber tersebut mengatakan email itu membawa kode berbahaya dalam bentuk lampiran yang ketika diunduh memungkinan terjadinya serangan dan menghasilkan kebocoran data.
Sebelumnya, bulan lalu, perusahaan utara pembuatan kapal perang angkatan laut Korsel yaitu Hanjin Heavy Industries & Construction Co di serang oleh peretas yang diduga dilakukan oleh Korut. Peretas itu berhasil memiliki data online sebelum akhirnya militer malakukan penyelidikan.
"Kami tengah mempelajari email yang tidak diketahui menyamar sebagai orang-orang dari lembaga pengadaan alat-alat pertahanan yang dikirim ke pemasok loka dan lembaga perdagangan senjata," ujar sebuah sumber resmi kepada kantor berita Yonhap.
Email tersebut meminta perusahaan untuk bergabung dalam survei subsidi pemerintah yang akan ditawarkan untuk membantu produsen pertahanan ambil bagian dalam pameran pertahanan seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (13/5/2016).
Sumber tersebut mengatakan email itu membawa kode berbahaya dalam bentuk lampiran yang ketika diunduh memungkinan terjadinya serangan dan menghasilkan kebocoran data.
Sebelumnya, bulan lalu, perusahaan utara pembuatan kapal perang angkatan laut Korsel yaitu Hanjin Heavy Industries & Construction Co di serang oleh peretas yang diduga dilakukan oleh Korut. Peretas itu berhasil memiliki data online sebelum akhirnya militer malakukan penyelidikan.
(ian)