Lebih dari 50 Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Irak
Sabtu, 07 Mei 2016 - 21:51 WIB
Lebih dari 50 Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Irak
A
A
A
NEW YORK - Perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak, Jan Kubis mengatakan, lebih dari 50 kuburan massal korban kekejaman kelompok ekstrimis ISIS ditemukan di Irak. Kuburan massal itu ditemukan di daerah-daerah yang telah dikuasai kembali oleh pasukan Irak
"Lebih dari 50 kuburan massal telah ditemukan sejauh ini di beberapa daerah di Irak," kata Kubis. Ia menambahkan, penemuan kuburan massal ini adalah bukti kejahatan keji yang dilakukan oleh ISIS, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (7/5/2016).
Kubis menyatakan, jumlah kuburan massal yang ditemukan termasuk tiga kuburan yang ditemukan di sebuah lapangan sepakbola di Ramadi. "Indikasinya adalah ditemukan sisa-sisa kerangka manusia, kemungkinan sebanyak 40 orang," terang Kubis.
(Baca juga: ISIS Ubah Stadion Sepakbola Jadi Kuburan Massal)
Utusan PBB itu pun lantas mendesak masyarakat internasional untuk melakukan upaya guna memastikan akuntabilitas jika teroris ISIS telah melakukan kekejaman perang dan kemanusiaan.
ISIS melancarkan serangan ke Irak pada bulan Juni 2014 dan berhasil menguasai sejumlah wilayah. Pada bulan Februari, Perdana Menteri Irak Haider Abadi bersumpah untuk membasmi ISIS pada tahun 2016 dan menekankan bahwa ISIS terus kehilangan wilayah di negaranya.
"Lebih dari 50 kuburan massal telah ditemukan sejauh ini di beberapa daerah di Irak," kata Kubis. Ia menambahkan, penemuan kuburan massal ini adalah bukti kejahatan keji yang dilakukan oleh ISIS, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (7/5/2016).
Kubis menyatakan, jumlah kuburan massal yang ditemukan termasuk tiga kuburan yang ditemukan di sebuah lapangan sepakbola di Ramadi. "Indikasinya adalah ditemukan sisa-sisa kerangka manusia, kemungkinan sebanyak 40 orang," terang Kubis.
(Baca juga: ISIS Ubah Stadion Sepakbola Jadi Kuburan Massal)
Utusan PBB itu pun lantas mendesak masyarakat internasional untuk melakukan upaya guna memastikan akuntabilitas jika teroris ISIS telah melakukan kekejaman perang dan kemanusiaan.
ISIS melancarkan serangan ke Irak pada bulan Juni 2014 dan berhasil menguasai sejumlah wilayah. Pada bulan Februari, Perdana Menteri Irak Haider Abadi bersumpah untuk membasmi ISIS pada tahun 2016 dan menekankan bahwa ISIS terus kehilangan wilayah di negaranya.
(ian)