Rusia Sebut Al-Nusra Dalang Serangan Kamp Pengungsi
Jum'at, 06 Mei 2016 - 22:51 WIB
Rusia Sebut Al-Nusra Dalang Serangan Kamp Pengungsi
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan, kelompok teroris Front al-Nusra kemungkinan berada di balik serangan terhadap kamp pengungsi Suriah yang berada di Iblib. Serangan ini sendiri telah mendapat kecaman dari berbagai pihak.
"Dilihat dari sifat kerusakan yang terlihat di foto dan video, bisa saja kamp pengungsi di Idlib secara sengaja atau tidak sengaja diserang dengan peluncur roket yang kerap digunakan oleh teroris Front al-Nusra," kata jubir Kemhan Rusia, Mayjen Igor Konashenkov dikutip dari Sputnik, Jumat (6/5/2016).
Konshenkov lantas mengungkapkan, berdasarkan foto yang beredar di situs jejaring sosial menunjukkan tidak ada kawah bekas roket amunisi pesawat dan jejak lainnya yang mengarah pada serangan udara.
Ia pun menegaskan jika tidak penerbangan yang dilakukan oleh pesawat, Rusia atau lainya, dari Sarmada sebuah provinsi yang jaraknya tidak jauh dengan Idlib yang berdekatan dengan perbatasan Turki.
"Kami sangat berhati-hati menganalisis informasi dari kontrol penerbangan daerah di wilayah itu pada tanggal 4 dan 5 Mei 2016. Tidak ada penerbangan pesawat Rusia atau pesawat lain dari Sarmada," tukasnya.
Pada hari Kamis, sebuah kamp pengungsi Suriah di Idlib yang berdekatan dengan perbatasan Turki dilaporkan terkena serangan udara. Serangan ini menewaskan sedikitnya 28 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Dilihat dari sifat kerusakan yang terlihat di foto dan video, bisa saja kamp pengungsi di Idlib secara sengaja atau tidak sengaja diserang dengan peluncur roket yang kerap digunakan oleh teroris Front al-Nusra," kata jubir Kemhan Rusia, Mayjen Igor Konashenkov dikutip dari Sputnik, Jumat (6/5/2016).
Konshenkov lantas mengungkapkan, berdasarkan foto yang beredar di situs jejaring sosial menunjukkan tidak ada kawah bekas roket amunisi pesawat dan jejak lainnya yang mengarah pada serangan udara.
Ia pun menegaskan jika tidak penerbangan yang dilakukan oleh pesawat, Rusia atau lainya, dari Sarmada sebuah provinsi yang jaraknya tidak jauh dengan Idlib yang berdekatan dengan perbatasan Turki.
"Kami sangat berhati-hati menganalisis informasi dari kontrol penerbangan daerah di wilayah itu pada tanggal 4 dan 5 Mei 2016. Tidak ada penerbangan pesawat Rusia atau pesawat lain dari Sarmada," tukasnya.
Pada hari Kamis, sebuah kamp pengungsi Suriah di Idlib yang berdekatan dengan perbatasan Turki dilaporkan terkena serangan udara. Serangan ini menewaskan sedikitnya 28 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
(ian)