Miliarder Rusia Bunuh Ibunya karena Mengajak Bercinta

Jum'at, 06 Mei 2016 - 17:18 WIB
Miliarder Rusia Bunuh...
Miliarder Rusia Bunuh Ibunya karena Mengajak Bercinta
A A A
KAZAN - Seorang miliarder Rusia bernama Egor Sosin, 19, membunuh ibunya sendiri secara brutal dengan alasan untuk mengusir setan. Dia membunuh ibunya dengan 20 pukulan di wajah setelah korban mengajaknya berhubungan badan.

Miliarder yang masih berstatus mahasiswa itu mengaku bahwa ibunya, Anastasia Novikova-Sosina, 44, memberinya pil yang membuatnya berhalusinasi.

Pembunuhan itu terjadi pada Desember 2015. Namun, pelaku memberikan kesaksian terbaru kemarin.

Miliarder itu mengaku menjerat leher ibunya dengn kabel charger ponsel di sebuah kamar hotel Rusia bintang lima di wilayah Kazan. Korban merupakan mantan istri miliarder Igor Sosin.

Pelaku yang tercatat sebagai mahasiswa di Hult International Business School di London,telah mengatakan kepada penyelidik, tentang apa yang dia lakukan. “Saya telah menjeretnya sekitar setengah jam. Puas bahwa dia telah meninggal, saya duduk dan mulai memukul dia dengan segala kekuatan saya,” katanya.

Saya memukulnya di wajah. Ada tidak kurang dari 20 pukulan kuat,” ujarnya.”Saya menangis ketika saya memukulnya, dan saya sangat menyadari bahwa dengan tindakan saya, saya membunuh ibu saya.”

”Saya menggigit di leher di sisi kanan dan merasa ada darah di mulut saya. Saya melihat darah mengalir dari wajah ibu saya, dari pukulan saya,” imbuh dia.

LifeNewsyang memiliki kontak dekat dengan penegak hukum di Rusiatelah melaporkan bahwa pemuda itu sudah memberi penjelasan pertama kepada staf Korston Hotel, mengapa dia membunuh ibunya.

Manajer hotel, A. Mananov mengatakan kepada para penyelidik: "Dia mengatakan bahwa wanita itu adalah ibunya.

Menurutnya, korban mencoba membujuk dia untuk berhubungan intim, dan memberikan beberapa pil. Sosin mengatakan bahwa ia menolak untuk berhubungan seks, dan kemudian mengusir setan agar keluar dari dia (korban),” kata Mananov, seperti dikutip Daily Mail, semalam.

Belum belum ada laporan resmi dari kondisi mental miliarder Rusia ini. Jika dia terkonfirmasi mengalami gangguan kejiwaan, dia tidak akan diadili karena pembunuhan, atau masuk penjara.

Sebaliknya dia akan diperintahkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Namun, pengadilan harus memeriksa kesaksian dari pemuda kaya ini.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
15 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved