Rusia Beri Ultimatum ke Pemberontak Soal Gencatan Senjata di Aleppo
Selasa, 03 Mei 2016 - 23:13 WIB
Rusia Beri Ultimatum ke Pemberontak Soal Gencatan Senjata di Aleppo
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan, gencatan senjata di Aleppo akan segara diberlakukan. Tetapi, kelompok pemberontak moderat harus meninggalkan daerah yang dikuasai oleh ISIS dan Front al-Nusra, sayap kelompok Al-Qaeda.
Pernyataan Lavrov ini mengindikasikan jika rezim Suriah dan Rusia berniat membombardir Aleppo dengan target kelompok teroris. Lavrov juga meminta kelompok pemberontak untuk memutus hubungan dengan Front al-Nusra dan ISIS.
"Itu adalah salah satu topik utama yang kita bicarakan dengan rekan-rekan kami dari Amerika Serikat," lata Lavrov. Dia juga mendesak Washington untuk menekan kelompok pemberontak moderat.
"Mereka yang menganggap dirinya (oposisi) harus tanpa syarat memutuskan hubungan dengan kelompok teroris, pertama dan utama dengan Front al-Nusra," katanya lagi dikutip dari laman Al Araby, Selasa (3/5/2016).
Lavrov pun menegaskan, penghentian permusuhan di Aleppo bisa diumumkan segera. "Saya berharap bahwa dalam waktu dekat, bahkan mungkin dalam beberapa jam ke depan, keputusan tersebut akan diumumkan," kata Lavrov kepada wartawan setelah pembicaraan dengan utusan PBB, Staffan de Mistura.
Pernyataan Lavrov ini mengindikasikan jika rezim Suriah dan Rusia berniat membombardir Aleppo dengan target kelompok teroris. Lavrov juga meminta kelompok pemberontak untuk memutus hubungan dengan Front al-Nusra dan ISIS.
"Itu adalah salah satu topik utama yang kita bicarakan dengan rekan-rekan kami dari Amerika Serikat," lata Lavrov. Dia juga mendesak Washington untuk menekan kelompok pemberontak moderat.
"Mereka yang menganggap dirinya (oposisi) harus tanpa syarat memutuskan hubungan dengan kelompok teroris, pertama dan utama dengan Front al-Nusra," katanya lagi dikutip dari laman Al Araby, Selasa (3/5/2016).
Lavrov pun menegaskan, penghentian permusuhan di Aleppo bisa diumumkan segera. "Saya berharap bahwa dalam waktu dekat, bahkan mungkin dalam beberapa jam ke depan, keputusan tersebut akan diumumkan," kata Lavrov kepada wartawan setelah pembicaraan dengan utusan PBB, Staffan de Mistura.
(ian)