Kerusuhan Pecah di Komplek Akomodasi Pekerja Bin Laden

Minggu, 01 Mei 2016 - 18:33 WIB
Kerusuhan Pecah di Komplek...
Kerusuhan Pecah di Komplek Akomodasi Pekerja Bin Laden
A A A
MEKAH - Ribuan pekerja perusahaan Bin Laden yang berasal dari berbagai negara dilaporkan melakukan demonstrasi yang berujung kerusuhan di kompleks akomodasi pekerja Bin Laden di kawasan Iskan Fuq, Mekah. Kerusahan itu terjadi kemarin siang.

Para pekerja itu melakukan aksi pembakaran mobil petugas dan memaksa memasuki kantor pengelola. Kantor pengelola mengalami kerusakan berat dan belasan bus dibakar. Kerusuhan itu membuat situasi di Mekah, khususnya di wilayah Iskan Fuq mencekam.

Aksi massa tersebut dipicu oleh tidak adanya distribusi logistik dan listrik sejak 30 April 2016. Para pekerja Bin Ladin juga menuntut kejelasan penyelesaian gaji dan pemulangan terhadap mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja sejak empat bulan terakhir.

Di kompleks akomodasi tersebut, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima SIndonews pada Minggu (1/5), juga terdapat sekitar 1000 karyawan warga negara Indonesia (WNI). Selain itu dalam jumlah lebih besar juga terdapat karyawan yang berasal dari Mesir, Pakistan, Bangladesh dan negara lainnya.

Staf Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Jeddah menurut keterangan Kemlu, pada hari kejadian kebetulan berada di lokasi, dan langsung melakukan berbagai upaya untuk menenangkan dan memberikan pengertian kepada sekitar 1.000 WNI di kamp tersebut agar tidak terpicu aksi anarkis, sekaligus memberikan bantuan logistik.

"Kerusuhan telah dihentikan oleh kepolisian setempat. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan sesuai pantauan KJRI tidak ada TKI yang terlibat atau ditangkap aparat keamanan," bunyi keterangan Kemlu.

"Menteri Luar Negeri telah memerintahkan agar siang ini KJRI segera mensuplai dukungan logistik secara berkala yang pengirimannya dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan sensitivitas situasi di kamp dimaksud. Menlu juga memerintahkan agar KJRI melakukan upaya-upaya untuk memastikan karyawan WNI selamat dan tidak terpancing tindakan anarkis," sambungnya.

Kemlu dan KJRI Jeddah sendiri saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan tokoh atau komunitas WNI di Mekkah untuk membantu penanganan. Komunikasi juga dilakukan dengan kontak-kontak di antara karyawan WNI.

Diperkirakan terdapat sekitar 6.000 WNI yang bekerja sebagai karyawan perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, Bin Ladeen Group. Akibat kesulitan keuangan yang dihadapi setelah peristiwa jatuhnya Crane pada musim haji lalu, ribuan karyawan di PHK, termasuk dari Indonesia.
(esn)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
17 menit yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
37 menit yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
1 jam yang lalu
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
1 jam yang lalu
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved