Suriah Sebut Kedatangan Prajurit AS Sebagai Invasi Berbahaya
Kamis, 28 April 2016 - 22:07 WIB
Suriah Sebut Kedatangan Prajurit AS Sebagai Invasi Berbahaya
A
A
A
DAMASKUS - Rezim Suriah bereaksi atas rencana Amerika Serikat (AS) untuk mengirimkan 150 prajurit ke Suriah. Damaskus menilai rencana itu sebagai invasi dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Pada hari Rabu, sekitar 150 tentara AS tiba di kota yang dikendalikan oleh tentara Kurdi, Rumeilan, di timur laut Suriah. Hal itu diutarakan oleh sebuah sumber keamanan Kurdi. Menurut sumber itu, sebagian dari kontingen itu segera menuju ke utara dari Provinsi Raqqa.
"Kami telah mendapatkan laporan itu dan prihatin atas kedatangan 150 tentara Amerika ke daerah Rumeilan di Suriah. Republik Arab Suriah mengutuk agresi ini yang merupakan invasi berbahaya dan melanggar kedaulatan Suriah," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (28/4/2016).
Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengumumkan bahwa Washington akan menyebarkan hingga 250 personel militer tambahan di Suriah, termasuk pasukan khusus. Mereka akan bertugas untuk melatih Pasukan Demokratik Suriah.
Pihak Gedung Putih pun menegaskan jika penyebaran pasukan khusus AS di Suriah adalah dimaksudkan untuk mengusir kelompok ekstrimis ISIS.
Pada hari Rabu, sekitar 150 tentara AS tiba di kota yang dikendalikan oleh tentara Kurdi, Rumeilan, di timur laut Suriah. Hal itu diutarakan oleh sebuah sumber keamanan Kurdi. Menurut sumber itu, sebagian dari kontingen itu segera menuju ke utara dari Provinsi Raqqa.
"Kami telah mendapatkan laporan itu dan prihatin atas kedatangan 150 tentara Amerika ke daerah Rumeilan di Suriah. Republik Arab Suriah mengutuk agresi ini yang merupakan invasi berbahaya dan melanggar kedaulatan Suriah," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (28/4/2016).
Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengumumkan bahwa Washington akan menyebarkan hingga 250 personel militer tambahan di Suriah, termasuk pasukan khusus. Mereka akan bertugas untuk melatih Pasukan Demokratik Suriah.
Pihak Gedung Putih pun menegaskan jika penyebaran pasukan khusus AS di Suriah adalah dimaksudkan untuk mengusir kelompok ekstrimis ISIS.
(ian)